ISTANBUL – Gelombang dingin Arktik yang terus berembus menjerat Türkiye dalam suhu ekstrem, menyelimuti sebagian besar wilayah dengan salju lebat dan menajdikan jalan, kota, serta perdesaan sebagai lanskap beku yang berbahaya. Catatan meteorologi menunjukkan, suhu turun di bawah nol di 70 dan 81 provinsim dengan terendah minus 19,9 drajat Celcius tercatat di distrik Çaldıran, Van, kawasan timur negara itu.
Istanbul, setelah berhari-hari diguyur salju, menghadapi pagi yang licin dan berisiko akibat lapisan es. Data pagi hari mencatat angin dingin menusuk tulang yang membuat suhu terasa seperti minus 5 derajat, sementara jalan-jalan sekunder tertutup es.
Abdullah Macit, ahli prakiraan cuaca, menjelaskan bahwa Istanbul bersama dua kota besar lainnya akan mengalami kenaikan suhu sementara menjelang 18 Januari. “Terutama setelah curah hujan berhenti, pembentukan es dan embun beku menjadi lebih jelas di wilayah pedalaman dan bagian timur negara ini,” kata Macit.
Di Istanbul, suhu diperkirakan naik hingga 10–12 derajat disertai hujan, sebelum tren pendinginan kembali berlaku. Ankara sempat mencatat suhu minus 5 derajat pada 14 Januari, namun diperkirakan akan menghangat setelahnya. Sementara itu, İzmir di barat tetap kering dan lebih hangat dengan suhu mencapai 16 derajat.
Namun, provinsi-provinsi timur diperkirakan menghadapi cuaca jauh lebih ekstrem. Prakiraan menunjukkan suhu bisa jatuh hingga minus 20 hingga minus 24 derajat pada akhir pekan. Curah hujan diperkirakan berlanjut hingga 15–16 Januari di kawasan Laut Hitam, Anatolia Tengah timur laut, dan Anatolia Timur, dengan hujan di pesisir serta salju di pedalaman.
Macit juga memperingatkan risiko longsor salju di wilayah pedalaman Laut Hitam timur dan dataran tinggi Anatolia timur, menambah ancaman bagi penduduk dan pelancong.
