Indonesia mencatatkan tonggak penting dalam diplomasi ekonominya dengan mengirimkan delegasi terbesar sepanjang sejarah keikutsertaan di World Economic Forum (WEF) 2026 yang digelar di Davos, Swiss, pada 19–23 Januari 2026.
Langkah strategis ini menegaskan keseriusan pemerintah dalam memperkuat posisi Indonesia di peta ekonomi global serta menarik investasi di tengah dinamika dan ketidakpastian geopolitik dunia.
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menyampaikan pidato kunci (keynote speech) pada Kamis, 22 Januari 2026, pukul 14.00–14.30 waktu setempat. Dalam sesi prestisius tersebut, Presiden Prabowo akan berbagi panggung dengan Presiden dan CEO World Economic Forum, Børge Brende.
Forum global ini diperkirakan dihadiri 61 kepala negara dan pemerintahan, serta lebih dari 3.000 pemimpin dunia, pelaku bisnis, dan pemikir global.
Delegasi Paling Strategis
Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani menegaskan bahwa partisipasi Indonesia di WEF Davos 2026 melibatkan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Danantara Indonesia, serta Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia. Menurutnya, formasi ini menjadikan delegasi Indonesia sebagai rombongan paling strategis yang pernah dikirim ke forum WEF.
“WEF menjadi momentum yang sangat penting bagi Indonesia untuk menyampaikan narasi nasional dan arah kebijakan ke depan kepada komunitas global. Ini sekaligus menegaskan bahwa Indonesia terus bergerak maju dengan regulasi dan kebijakan yang semakin kompetitif,” ujar Rosan.
Mengusung tema WEF 2026, “A Spirit of Dialogue”, Indonesia tampil dengan pendekatan Indonesia Incorporated, yakni sinergi erat antara pemerintah, pengelola aset negara, dan dunia usaha. Kehadiran Indonesia Pavilion bertema “Indonesia Endless Horizons” menjadi pusat promosi terpadu bagi peluang investasi nasional.
Debut Danantara Indonesia di Panggung Global
WEF Davos 2026 juga menandai debut Danantara Indonesia di forum ekonomi global tersebut. Managing Director Global Relations and Governance Danantara Indonesia, Mohamad Al-Arief, menyebut partisipasi ini sebagai momentum penting untuk membuka akses ke sumber pendanaan global dan memperluas jejaring strategis.
Mantan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan menilai kehadiran Danantara berpotensi menjadi magnet kuat bagi investor internasional. Menurutnya, posisi Danantara sebagai pengelola investasi strategis nasional akan menarik perhatian pelaku ekonomi dan bisnis global.
Dalam forum ini, Indonesia memfokuskan promosi investasi pada industri hijau, energi terbarukan, serta ekosistem kendaraan listrik. Selain itu, Indonesia juga akan menggelar Indonesia Night, sebuah forum diplomasi ekonomi informal yang mempertemukan pemimpin dunia, investor, dan pelaku usaha global dalam suasana dialog yang lebih cair dan strategis.