JAKARTA – Polda Sulawesi Selatan mengambil langkah humanis dan progresif dengan menjemput langsung data antemortem keluarga korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 guna mempercepat proses identifikasi di tengah situasi duka yang masih menyelimuti.
Pendekatan jemput bola ini membuat keluarga korban tidak perlu datang ke posko utama atau ke wilayah Maros karena seluruh proses pendataan dilakukan langsung di alamat domisili masing-masing.
“Engga perlu karena tim akan mendatangi ke alamat keluarga korban,” ujar Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan Kombes Pol. Didik Supranoto, Senin (19/1/26).
Selain mendatangi rumah keluarga korban, Polda Sulsel juga membuka akses komunikasi langsung sebagai bentuk pendampingan dan transparansi selama proses identifikasi berlangsung.
Ia menerangkan, keluarga korban juga bisa berkomunikasi dengan anggota atas nama Kompol Abd. Rahman di nomor 085388889928 atau Dokter Asnani dengan nomor 0811469088.
Kabid Humas Polda Sulsel menjelaskan bahwa sebagian data antemortem telah lebih dulu dihimpun dari keluarga korban yang datang langsung ke Polda Sulsel maupun ke Posko DVI.
“Tetapi pada prinsipnya tim DVI proaktif mendatangi keluarga korban di mana berdomisili dengan berkoordinasi dengan DVI Polda-Polda setempat,” ungkapnya.
Koordinasi lintas Polda ini menjadi bagian dari kondisi terkini penanganan pascakecelakaan pesawat ATR 42-500 yang mengedepankan ketepatan identifikasi serta pelayanan kemanusiaan secara maksimal.***