CORDOBA, SPANYOL – Tragedi maut melanda jalur kereta api di selatan Spanyol pada Minggu malam (18 Januari 2026) waktu setempat. Dua kereta berkecepatan tinggi bertabrakan hebat di dekat Adamuz, Provinsi Córdoba. Korban jiwa akibat insiden ini mencapai sedikitnya 39 orang, sementara puluhan lainnya mengalami luka berat dan dirawat di rumah sakit.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 19.40 waktu setempat, hanya sekitar 10 menit setelah kereta cepat milik operator swasta Iryo berangkat dari Málaga menuju Madrid pada pukul 18.40. Kereta Iryo yang mengangkut sekitar 300 penumpang mengalami derailment atau keluar jalur di lintasan lurus, kemudian meluncur ke jalur berlawanan dan menghantam kereta Alvia milik Renfe yang melaju dari Madrid ke Huelva.
Akibat benturan keras, kedua rangkaian kereta terguling. Beberapa gerbong terpelintir parah, sementara bagian depan kereta Alvia terjun ke lereng setinggi sekitar empat meter di sisi rel. Total penumpang di kedua kereta diperkirakan mencapai hampir 500 orang, dengan mayoritas korban berasal dari bagian depan kereta yang datang dari arah berlawanan.
Tim darurat, termasuk pemadam kebakaran, Guardia Civil, dan layanan medis Andalusia, langsung mengerahkan operasi penyelamatan skala besar. Evakuasi berlangsung sangat sulit karena gerbong yang ringsek dan ruang yang sempit. Petugas harus memprioritaskan pengangkatan jenazah terlebih dahulu untuk menjangkau korban selamat yang masih terjebak.
Menurut data terbaru dari layanan darurat 112 Andalucía, sekitar 122 orang mengalami luka-luka. Sebanyak 41 orang masih dirawat di rumah sakit, termasuk 13 orang dalam kondisi kritis di unit perawatan intensif (UCI). Beberapa korban merupakan anak-anak. Proses identifikasi jenazah sebagian dilakukan melalui sidik jari karena kondisi tubuh yang parah.
Saksi mata mengisahkan suasana kacau pascatabrakan. Guncangan hebat terjadi, lampu padam total, barang-barang berhamburan dari rak, serta jeritan dan kepanikan di antara penumpang. Beberapa gerbong bahkan terbalik sepenuhnya, menyulitkan akses evakuasi.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez menyebut malam itu sebagai malam penuh duka bagi negara. Ia menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban serta menegaskan bahwa seluruh layanan darurat bekerja tanpa lelah. Raja dan Ratu Spanyol juga terus memantau situasi secara intensif.
Menteri Transportasi Óscar Puente menekankan bahwa penyebab pasti kecelakaan masih diselidiki secara mendalam oleh otoritas terkait. Ia menyebut insiden ini sangat aneh dan tidak lazim karena terjadi di jalur lurus yang baru saja direnovasi beberapa bulan lalu, tepatnya pada Mei 2025. Kereta Iryo sendiri baru berusia sekitar tiga tahun dan telah lolos inspeksi rutin terbaru.
Sementara itu, operator Iryo menyatakan kecelakaan ini jarang terjadi mengingat kondisi armada yang prima. Dugaan awal mengarah pada kemungkinan kerusakan sambungan rel, meski hal tersebut masih perlu diverifikasi.
Akibat kecelakaan ini, seluruh layanan kereta api berkecepatan tinggi antara Madrid dan wilayah Andalucía, termasuk Córdoba, Sevilla, Málaga, Huelva, Cádiz, serta Granada, ditangguhkan sementara. Pemerintah daerah mendirikan pusat penampungan darurat di Adamuz. Warga setempat bahu-membahu menyediakan makanan, selimut, dan bantuan lainnya bagi para penumpang selamat di tengah suhu malam yang dingin.
Spanyol menyatakan masa berkabung nasional selama tiga hari sebagai bentuk penghormatan kepada para korban. Investigasi resmi diperkirakan memakan waktu hingga satu bulan untuk mengungkap penyebab pasti tragedi terburuk di jalur kereta Spanyol dalam lebih dari satu dekade terakhir.