JAKARTA – Uni Eropa (UE) menegaskan akan memberikan respons “tanpa gentar” terhadap langkah Presiden AS, Donald Trump yang kembali memicu ketegangan geopolitik dengan manuvernya di Greenland.
Dalam pidato di Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen memperingatkan bahwa ancaman Trump berisiko menjerumuskan hubungan transatlantik ke dalam “spiral penurunan”. “Usulan tarif tambahan itu adalah sebuah kesalahan, terutama antara sekutu yang telah lama menjalin hubungan,” ujarnya, dilansir dari Hurriyet Daily News, Selasa (20/1/2026). Von der Leyen menekankan bahwa Eropa akan merespons dengan cara “teguh, bersatu, dan proporsional.”
Trump, yang dijadwalkan berpidato pada Rabu, melanjutkan kampanyenya melalui Truth Social dengan memposting foto manipulatif dirinya menancapkan bendera bertuliskan “GREENLAND – WILAYAH AS DIDIRIKAN TAHUN 2026”. Ia juga mengklaim telah berbicara dengan Sekjen NATO Mark Rutte mengenai potensi mineral di pulau Arktik tersebut. Trump beralasan bahwa langkahnya bertujuan melindungi Greenland dari Rusia dan Tiongkok, meski analis menilai Beijing hanya memiliki peran kecil di kawasan itu.
Para pemimpin Uni Eropa dijadwalkan menggelar pertemuan darurat di Brussels pada Kamis untuk membahas strategi menghadapi tekanan Washington.
Trump vs Macron
Ketegangan juga meningkat antara Trump dan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Trump mengancam tarif 200 persen pada anggur dan sampanye Prancis setelah Macron menolak bergabung dengan “Dewan Perdamaian” yang digagasnya. Dewan tersebut, yang disebut para analis mirip “versi bayar-untuk-bermain” dari Dewan Keamanan PBB, bahkan mengundang Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai anggota.
Macron, yang meninggalkan Davos tanpa bertemu Trump, mengusulkan KTT G7 di Paris untuk membahas Greenland dan perang Rusia-Ukraina. Kanselir Jerman Friedrich Merz berencana bertemu Trump di forum tersebut.
China dan Kanada Ikut Bersuara
Wakil Perdana Menteri Tiongkok He Lifeng mengecam praktik “hukum rimba” dalam perdagangan global, sementara Perdana Menteri Kanada Mark Carney menyoroti upaya mengurangi ketergantungan pada AS. Carney baru saja mengamankan kesepakatan dagang awal dengan Beijing untuk menurunkan tarif.
Agenda WEF juga mencakup krisis di Venezuela, Gaza, Ukraina, dan Iran. Sekjen PBB Antonio Guterres absen karena sakit.
