JAKARTA – Audi resmi menatap debutnya pada Formula 1 musim 2026 dengan ambisi besar. Regulasi baru yang menekankan efisiensi sistem hibrida, peningkatan proporsi energi listrik, serta penggunaan bahan bakar berkelanjutan 100 persen dianggap selaras dengan visi masa depan mobilitas Audi.
Bos Audi F1, Mattia Binotto, menegaskan: “Powertrain dan sasis akan dikembangkan dalam sinergi yang sempurna.” Integrasi penuh antara dua elemen inti itu diyakini menjadi fondasi strategi kompetitif tim.
Audi membangun jaringan pengembangan lintas negara: Audi Formula Racing GmbH di Neuburg an der Donau fokus pada sistem penggerak, Hinwil di Swiss menangani sasis dan persiapan balap, sementara pusat teknologi di Bicester, Inggris, melengkapi ekosistem tersebut. “Proyek kami didukung oleh jaringan di mana setiap lokasi memainkan peran penting,” jelas pihak Jerman, dilansir dari Speedweek, Rabu (21/1/2026).
Binotto menambahkan, “Kami adalah tim pabrikan sejati, sejak hari pertama. Integrasi lengkap ini adalah inti dari strategi kompetitif kami.” Ia mengakui semangat besar para karyawan, namun juga menekankan bahwa perjalanan baru saja dimulai.
Audi tidak menargetkan posisi klasemen atau jumlah poin tertentu di musim perdana. Fokus utama adalah membangun daya saing. “Tujuan kita haruslah untuk menjadi kompetitif. Menjadi biasa-biasa saja bukanlah pilihan bagi tim ini,” tegas Binotto.