JAKARTA – Awan gelap kembali menyelimuti Daejoen Jeong Kwang-jang Red Sparks yang masih terpuruk di dasar klasemen V-League Putri 2025-2026. Absennya pemain asing Elisa Zanette akibat cedera mendadak membuat tim kehilangan tumpuan utama.
Dalam laga tandang di Gimnasium Jangchung, Seoul, Selasa (20/1/2026), Jeonggwanjang tak berdaya menghadapi Seoul GS Caltex dan kalah telak 0-3 (19-25, 22-25, 14-25). Kekalahan ini memperpanjang rekor buruk mereka menjadi lima laga beruntun tanpa poin tambahan, dengan catatan 6 kemenangan, 18 kekalahan, dan total 18 poin.
Sebelum pertandingan, pelatih Ko Hee-jin sudah dihadapkan pada kabar buruk. “(Park) Hye-min absen, dan Inkusi mengalami masalah kaki, jadi kondisinya agak buruk. Saya harus menunggu dan melihat bagaimana dia melakukan pemanasan sebelum memutuskan apakah akan menurunkannya,” ujarnya, dilansir dari Naver.
Namun, masalah terbesar justru datang dari absennya Zanette. Seorang pejabat klub menjelaskan, “Zanette cedera saat melakukan peregangan di ruang ganti sebelum pertandingan. Dia mengalami luka robek di dahinya dan dibawa ke ruang gawat darurat rumah sakit terdekat untuk perawatan.”
Tanpa Zanette, efektivitas serangan Jeonggwanjang anjlok. Set pertama hanya mencatat tingkat keberhasilan 22,86 persen, sementara set kedua dan ketiga tak mampu menembus 30 persen. Meski seimbang dalam blok (10-11) dan kesalahan (16-16), mereka tertinggal jauh dalam serangan (24,78% berbanding 39,4%). Tak satu pun pemain mencetak angka dua digit.
Pelatih Ko tampil muram seusai laga. “Saya mengalami kecelakaan tak terduga saat pemanasan. Saya pergi ke rumah sakit dan akan memberi tahu Anda kondisi saya ketika ada kesempatan. Sulit untuk mengatakannya sekarang, tetapi akan membutuhkan waktu,” katanya.
Sebelum pertandingan, Ko sempat berjanji kepada publik, “Ada banyak penggemar yang mencintai Jeonggwanjang, jadi saya ingin memberi mereka kekuatan dan pertandingan yang tidak akan mereka sesali.” Seusai laga, ia membungkuk 90 derajat, meminta maaf, dan menegaskan, “Tim secara keseluruhan telah kehilangan keterampilan dan tekad. Sebagai pelatih, saya merasakan tanggung jawab yang sangat besar. Kami akan mempersiapkan diri dengan baik selama jeda All-Star.”
