Perseteruan publik terjadi antara miliarder Elon Musk dan Michael O’Leary, CEO maskapai penerbangan bertarif rendah Ryanair, setelah O’Leary menolak ide memasang layanan internet satelit Starlink di pesawat mereka. Starlink adalah layanan konektivitas yang dimiliki oleh perusahaan milik Musk, SpaceX.
O’Leary mengatakan bahwa memasang Starlink di armada Ryanair—yang terdiri dari ratusan pesawat Boeing 737—tidak praktis karena akan menambah biaya bahan bakar besar akibat peningkatan hambatan aerodinamis pada antena satelit.
Karena alasan tersebut, Ryanair memilih untuk tidak menggunakan Starlink pada penerbangan mereka.
Musk merespons penolakan tersebut secara terbuka di platform media sosial miliknya, X (sebelumnya Twitter), dengan menyebut O’Leary “idiot” dan mengusulkan ide membeli Ryanair.
Musk bahkan bercanda tentang kemungkinan mengganti pimpinan maskapai itu dengan seseorang bernama “Ryan”.
O’Leary membalas komentar Musk dengan menegaskan bahwa warga non-Uni Eropa seperti Musk tidak bisa memiliki mayoritas saham di maskapai Uni Eropa menurut aturan regional, sehingga pembelian itu tidak realistis.
Ia juga menggunakan kesempatan tersebut untuk menegaskan kembali posisi Ryanair dalam persaingan pasar dan menolak usulan pemasangan Starlink.
Perseteruan itu menarik perhatian publik hingga media sosial, termasuk saat Ryanair memanfaatkan pertikaian tersebut untuk kampanye promosi.
Konten satir dan komentar tajam dari kedua pihak terus beredar seiring meningkatnya sorotan terhadap layanan internet dalam penerbangan dan masa depan Starlink di industri maskapai.
