TEHERAN, IRAN – Ketegangan antara Iran dan Israel kembali memanas setelah media yang berafiliasi dengan pemerintah Iran mempublikasikan materi visual berupa peta Israel yang dipenuhi penanda lokasi strategis. Langkah ini dipandang sebagai bentuk peringatan keras Teheran atas meningkatnya tekanan dan ancaman dari pihak yang disebutnya sebagai musuh utama di kawasan.
Surat kabar berbahasa Inggris milik pemerintah, Tehran Times, pada Selasa menerbitkan artikel provokatif berjudul “Hanya satu gerakan yang salah!”. Publikasi tersebut menampilkan peta wilayah Israel yang hampir seluruhnya ditandai pin merah, yang diinterpretasikan sebagai titik-titik potensial yang dapat dijangkau oleh kemampuan militer Iran.
Dalam artikel tersebut, penulis menyatakan bahwa peningkatan retorika militer Israel terhadap Iran menunjukkan bahwa Tel Aviv meremehkan kapasitas pertahanan Teheran.
“Intensifikasi ancaman militer Israel terhadap Iran tampaknya menunjukkan bahwa rezim Zionis telah lupa bahwa Iran lebih dari mampu untuk menyerang mereka dari mana saja,” tulis artikel itu seperti dilansir dari Russia Today.
Pernyataan Tegas Kepala Staf Militer Iran
Artikel tersebut juga mengutip pernyataan Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran, Mayor Jenderal Mohammad Bagheri, yang menekankan kesiapan penuh militer negaranya menghadapi berbagai kemungkinan eskalasi.
“Pasukan kami tidak pernah meremehkan ancaman musuh dan siap untuk ancaman terkecil di bidang strategis,” kata Bagheri.
Ia menambahkan bahwa secara doktrin strategis Iran tidak memulai serangan, namun siap memberikan respons cepat dan keras jika diserang.
“Pada tingkat strategis, kami tidak bermaksud untuk menyerang siapa pun, tetapi pada tingkat operasional dan taktis kami siap untuk tanggapan yang menentukan dan serangan cepat dan keras terhadap musuh,” tegasnya, merujuk pada Israel.
Iran Ungkit Rekam Jejak Operasi Militer
Bagheri juga menyinggung sejumlah operasi militer sebelumnya sebagai bukti kapabilitas Iran. Ia menyebut serangan rudal balistik Iran ke pangkalan militer Amerika Serikat di Irak barat pada Januari 2020, serta insiden penembakan jatuh drone pengintai Global Hawk milik AS di atas Selat Hormuz pada Juni 2019.
Menurutnya, dua peristiwa itu memperlihatkan bahwa Teheran memiliki kemampuan presisi dan jangkauan serangan yang signifikan.
Dikaitkan dengan Pembicaraan Nuklir Wina
Tehran Times mengaitkan meningkatnya ketegangan ini dengan dinamika perundingan nuklir Iran yang kembali digelar di Wina. Surat kabar tersebut menuduh Israel berupaya menggagalkan proses diplomatik dengan meningkatkan aktivitas militernya di kawasan.
Beberapa langkah Israel yang disorot antara lain kelanjutan serangan udara terhadap target di Suriah—wilayah yang disebut Iran sebagai sekutunya dalam memerangi kelompok teroris—serta dorongan dari militer dan intelijen Israel kepada Amerika Serikat untuk menekan program rudal balistik Iran.
Selain itu, latihan militer Angkatan Pertahanan Israel (IDF) di kawasan Mediterania yang disebut-sebut mensimulasikan serangan terhadap Iran juga dipandang sebagai sinyal eskalasi.
Sebagai penutup, artikel tersebut menyampaikan pesan singkat bernada peringatan:“Jauhkan tanganmu!”
Ketegangan terbaru ini menambah daftar panjang rivalitas Iran–Israel yang selama bertahun-tahun berlangsung melalui perang bayangan, serangan siber, dan operasi militer tidak langsung di berbagai titik Timur Tengah.
