JAKARTA – Menteri Luar Negeri Türkiye, Hakan Fidan, menuding Uni Eropa gagal menjadi lembaga supra-peradaban dan justru menerapkan politik identitas terhadap negaranya. Hal itu ia sampaikan dalam wawancara dengan Sky News Arabia, dikutip dari Sputnik, Senin (26/1/2026)
Fidan menyoroti perubahan sikap Uni Eropa terhadap Türkiye sejak kepemimpinan mantan Presiden Prancis, Nicolas Sarkozy.
Türkiye Kritisi Uni Eropa
“Namun ketika Bapak Sarkozy berkuasa, beliau mengubah pemahaman ini… Beliau mengadopsi politik identitas: ‘kita adalah Eropa Kristen, jadi kita tidak ingin melihat Türkiye sebagai bagian dari persatuan kita’,” kata Fidan.
Pernyataan tersebut kembali menegaskan hambatan politik dan ideologis yang dihadapi Türkiye dalam upaya bergabung dengan Uni Eropa, meski proses negosiasi keanggotaan telah berlangsung selama bertahun-tahun.
