JAKARTA – Badai musim dingin besar melanda Amerika Serikat dari kawasan Teluk Meksiko hingga timur laut, menimbulkan dampak luas berupa pemadaman listrik massal, pembatalan puluhan ribu penerbangan, hingga korban jiwa. Sedikitnya tujuh orang dilaporkan meninggal dunia, sementara lebih dari satu juta warga di wilayah selatan hidup tanpa pasokan listrik.
Departemen Kesehatan Louisiana mengonfirmasi dua kematian akibat hipotermia di Caddo Parish. Sementara itu, Wali Kota New York City, Zohran Mamdani, melaporkan sedikitnya lima warga ditemukan meninggal di luar ruangan pada Sabtu, bahkan sebelum salju turun.
“Meski kami belum mengetahui penyebab pasti kematian mereka, tidak ada pengingat yang lebih kuat tentang bahaya dingin ekstrem, dan betapa rentannya banyak tetangga kita, terutama warga tunawisma di New York,” ujar Mamdani, dikutip The Guardian, Senin (26/1/2026).
Badan Cuaca Nasional AS (NWS) memperingatkan badai membawa salju hingga 18 inci di New England, hujan es setebal 0,5 inci di kawasan Mid-Atlantic, serta hujan lebat di Lembah Mississippi dan Tennessee. Setelah badai berlalu, wilayah dari Southern Plains hingga timur laut diperkirakan menghadapi suhu sangat dingin dengan hembusan angin berbahaya.
Presiden AS Donald Trump menyebut badai tersebut “bersejarah” dan menetapkan status darurat bencana federal untuk 12 negara bagian. “Kami akan terus memantau dan tetap berkomunikasi dengan seluruh negara bagian yang berada di jalur badai ini. Tetap aman, dan tetap hangat,” tulis Trump di Truth Social.
Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) menyebut total 17 negara bagian dan Distrik Columbia telah menetapkan status darurat cuaca. Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem mengimbau masyarakat untuk bersiap menghadapi suhu ekstrem. “Ini akan sangat, sangat dingin. Kami mendorong semua orang untuk menyiapkan bahan bakar, menyiapkan makanan, dan kita akan melewati ini bersama-sama,” ujarnya.
Transportasi Udara Lumpuh
Sektor penerbangan menjadi salah satu yang paling terdampak. Lebih dari 10.500 penerbangan dibatalkan pada Minggu, menjadikannya peristiwa pembatalan terbesar sejak pandemi Covid-19. Tambahan 1.800 penerbangan untuk Senin juga dibatalkan, menyusul 4.000 pembatalan pada Sabtu.
Maskapai besar seperti Delta, JetBlue, dan United Airlines menyesuaikan jadwal serta memperingatkan penumpang akan perubahan mendadak. Delta bahkan memindahkan tim ahli dari bandara wilayah dingin untuk mendukung pencairan es dan penanganan bagasi di bandara selatan.
Ancaman Infrastruktur
Operator jaringan listrik nasional meningkatkan kewaspadaan. Dominion Energy, yang mengoperasikan jaringan di Virginia termasuk kawasan pusat data terbesar dunia, menyebut badai ini berpotensi menjadi salah satu yang paling besar pernah memengaruhi perusahaan jika perkiraan es benar terjadi.
