Badan Keamanan Pangan Vietnam (Vietnam Food Authority/VFA) mengeluarkan peringatan darurat sekaligus perintah penarikan terhadap sejumlah produk susu formula bayi pada Selasa. Langkah ini menambah daftar negara yang mengambil tindakan tegas menyusul kekhawatiran kontaminasi global yang kini tengah diselidiki, termasuk dugaan keterkaitannya dengan kematian bayi di Prancis.
VFA, yang berada di bawah Kementerian Kesehatan Vietnam, bertindak setelah menerima notifikasi dari Hong Kong Centre for Food Safety serta Food Standards Australia New Zealand. Pemberitahuan tersebut menyebutkan adanya lima batch susu formula bayi yang diduga mengandung cereulide, racun tahan panas yang dihasilkan bakteri Bacillus cereus dan berpotensi menyebabkan gangguan pencernaan serius pada bayi.
Daftar Produk yang Ditarik
Produk yang diperintahkan untuk ditarik dari peredaran antara lain susu formula bayi Babybio Optima 1 produksi Vitagermine, Prancis, dengan rincian:
-
Batch 894408 (800 gram, kedaluwarsa 9 Juli 2027)
-
Batch 900035 (800 gram, kedaluwarsa 12 Agustus 2027)
-
Batch 900932 (400 gram, kedaluwarsa 18 Agustus 2027)
Selain itu, dua produk asal Australia dari Sanulac Nutritionals Australia juga ikut ditarik, yakni:
-
Alula Gold Reflux (batch 8000003387, 900 gram)
-
Alula Colic & Constipation (batch 8000003407, 850 gram)
Keduanya memiliki tanggal kedaluwarsa 17 Maret 2027.
Hasil inspeksi VFA menemukan bahwa sebagian produk yang sudah masuk daftar penarikan masih diiklankan dan dijual di sejumlah platform e-commerce seperti Shopee, Lazada, dan TikTok. VFA pun meminta Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Vietnam untuk segera menginstruksikan platform-platform tersebut menghentikan penjualan serta menghapus seluruh konten terkait, dengan laporan tindak lanjut paling lambat 31 Januari.
Bagian dari Krisis Kontaminasi Global
Tindakan Vietnam ini merupakan bagian dari penarikan produk berskala internasional yang melibatkan sejumlah produsen susu besar dunia, seperti Nestlé, Danone, dan Lactalis. Penarikan dilakukan setelah muncul kekhawatiran kontaminasi cereulide pada produk susu formula bayi yang beredar di berbagai negara.
Penyelidikan menunjukkan bahwa sumber kontaminasi diduga berasal dari satu bahan baku, yakni minyak yang kaya asam arakidonat, yang dipasok dari Tiongkok dan digunakan oleh sejumlah produsen susu formula.
Di Prancis, otoritas kesehatan tengah menyelidiki kematian dua bayi yang diketahui mengonsumsi susu formula yang kemudian ditarik dari pasaran. Salah satunya adalah bayi berusia dua minggu yang meninggal pada 8 Januari di Bordeaux setelah mengonsumsi susu formula merek Guigoz produksi Nestlé.
Meski demikian, Kementerian Kesehatan Prancis menegaskan bahwa hingga kini belum ada bukti ilmiah yang memastikan hubungan sebab-akibat antara kematian tersebut dan susu formula yang dikonsumsi.
Selain Vietnam, Kamboja juga mengambil langkah serupa dengan melarang peredaran tiga batch Babybio Optima 1 yang sama dan mengimbau para orang tua untuk segera menghentikan penggunaan produk tersebut.
Peringatan Kesehatan untuk Orang Tua
VFA menekankan bahwa cereulide tidak dapat dihancurkan melalui proses pemanasan, pemasakan, maupun perebusan, sehingga sangat berbahaya bagi bayi, terutama bayi baru lahir.
Orang tua diminta segera memeriksa nomor batch susu formula yang digunakan, menghentikan pemakaian produk yang masuk dalam daftar penarikan, serta segera mencari bantuan medis jika bayi menunjukkan gejala seperti muntah, diare, atau tampak lemas.