Hari ini, 29 Januari 2026, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama stakeholder terkait (termasuk KSEI dan pemerintah) menggelar koordinasi intensif untuk merespons gejolak pasar setelah IHSG anjlok 7,35% kemarin (28 Januari 2026) akibat pengumuman MSCI yang membekukan sementara (interim treatment) proses rebalancing indeks saham Indonesia.
Rapat ini juga diikuti rapat koordinasi di Kemenko Perekonomian yang dihadiri Seskab Teddy Indra Wijaya, Gubernur BI, Menko Airlangga Hartarto, dan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa.
Berikut poin-poin utama hasil rapat dan respons resmi hari ini:
1. Komitmen Percepatan Reformasi Regulasi Pasar Modal
Menko Airlangga Hartarto menilai dua kali trading halt berturut-turut (kemarin dan pagi ini) sebagai momentum reformasi. Pemerintah akan mempercepat perbaikan regulasi sesuai best practice global, termasuk transparansi data free float dan struktur kepemilikan saham yang diminta MSCI.
2. Peningkatan Transparansi Data Free Float
BEI bersama OJK dan KSEI telah meningkatkan keterbukaan data free float di website IDX sejak awal Januari 2026. Mereka berkomitmen terus berdiskusi dengan MSCI untuk menyempurnakan granularitas data kepemilikan saham agar memenuhi standar internasional dan menghindari risiko downgrade ke frontier market.
3. Pertemuan Lanjutan dengan MSCI
OJK akan menggelar pertemuan lagi dengan MSCI pada Senin pekan depan (2 Februari 2026) untuk membahas data pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner) saham dan solusi atas kekhawatiran konsentrasi kepemilikan serta transparansi.
4. OJK Berkantor di Gedung BEI Mulai Besok
Ketua OJK Mahendra Siregar menyatakan akan berkantor langsung di BEI mulai Jumat, 30 Januari 2026, untuk mempercepat reformasi, memperkuat komunikasi dengan pelaku pasar, dan menjaga kepercayaan investor di tengah volatilitas.
5. Stabilitas Sistem Keuangan Tetap Terjaga
OJK menegaskan stabilitas sistem keuangan nasional tetap aman meski ada divergensi global. Penurunan IHSG dinilai sebagai shock sementara, dan fundamental ekonomi Indonesia masih kuat.
6. Optimisme Pemulihan IHSG
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa optimistis IHSG bisa pulih dalam waktu dekat (bahkan menargetkan level 10.000 akhir 2026) jika tidak ada sentimen negatif baru. Ia meminta OJK dan BEI bekerja cepat, dengan batas waktu akhir Maret 2026 untuk hasil konkret, atau ia akan turun tangan langsung sebagai Ketua KSSK.
7. Imbauan kepada Investor
Pemerintah dan regulator mengimbau investor tidak panik, tetap rasional, dan kelola risiko dengan baik. BEI menegaskan perdagangan tetap teratur, wajar, dan efisien sesuai mekanisme trading halt.
Secara keseluruhan, rapat hari ini menunjukkan respons cepat dan koordinasi lintas lembaga untuk menangani isu MSCI, dengan fokus pada transparansi dan reformasi agar kepercayaan investor asing kembali pulih.