JAKARTA = Beberapa negara anggota NATO tengah mempersiapkan pembentukan lembaga keuangan baru bernama Defence, Security, and Resilience Bank (DSRB) yang ditargetkan mulai beroperasi penuh pada 2027. Lembaga ini dirancang untuk memobilisasi pendanaan besar guna mendukung peningkatan belanja pertahanan negara-negara anggota aliansi.
Menurut laporan media Rusia Izvestia yang mengutip sumber terkait, bank multilateral tersebut akan membantu negara anggota mengatasi keterbatasan anggaran nasional. Modal yang disetor ke bank direncanakan dapat dihitung sebagai bagian dari target pengeluaran pertahanan, yang kini didorong meningkat hingga 5 persen dari produk domestik bruto (PDB) di dalam NATO.
Skema pendanaan DSRB mencakup investasi swasta, pinjaman, dan penerbitan obligasi. Mekanisme ini diharapkan membuat sektor pertahanan lebih menarik bagi investor sekaligus memberi fleksibilitas fiskal bagi pemerintah anggota.
Proyek ini disebut dipimpin oleh pejabat asal Inggris dengan target pengumpulan dana sekitar 135 miliar dolar AS atau setara 100 miliar pound sterling. Jadwal sementara mencakup penyelesaian piagam bank pada kuartal pertama 2026, penerbitan obligasi perdana pada kuartal ketiga atau keempat tahun yang sama, serta operasional penuh pada 2027.
Kanada menjadi kandidat kuat lokasi kantor pusat, dengan Ottawa dan Toronto masuk dalam pertimbangan. Keduanya dinilai memiliki sektor keuangan kuat serta posisi geografis yang relatif aman dari potensi risiko keamanan di Eropa.
Selain pembiayaan, DSRB juga dirancang untuk mendorong pengadaan alat utama sistem persenjataan secara terpusat dengan standar seragam di antara negara anggota. Sejumlah bank besar internasional seperti ING, JPMorgan, Commerzbank, Landesbank Baden-Württemberg, dan RBC Capital Markets disebut terlibat dalam pembahasan awal.
Inisiatif ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik. Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte sebelumnya menyebut Rusia sebagai musuh utama aliansi. Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga terus menekan negara anggota NATO agar meningkatkan kontribusi pertahanan mereka.
Di sisi lain, Rusia membantah tuduhan bahwa Moskow memiliki rencana menyerang negara NATO dan menyebut klaim tersebut tidak berdasar. Sejumlah anggota NATO juga belum sepenuhnya mendukung gagasan bank baru ini. Kementerian Keuangan Jerman pada Desember lalu dilaporkan menolak mekanisme pembiayaan tambahan, dengan alasan lebih memprioritaskan instrumen yang sudah ada. Prancis dan beberapa negara Eropa Timur juga disebut memilih fokus pada skema pertahanan masing-masing.
Hingga kini, pembentukan DSRB masih berada pada tahap pembahasan dan pengembangan, tanpa kepastian partisipasi seluruh anggota NATO.