JAKARTA – Keterbatasan akses transportasi dan infrastruktur masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah pesisir Kalimantan Timur. Sebagian desa pesisir hanya dapat dijangkau melalui jalur laut dan memiliki keterbatasan akses listrik serta layanan keuangan. Kondisi ini mendorong masyarakat untuk memaksimalkan potensi sumber daya laut sebagai sumber penghidupan.
Di tengah kondisi tersebut, Ibu Jum’ah, nasabah PNM Mekaar Cabang Balikpapan, bersama suaminya yang berprofesi sebagai nelayan, mengolah hasil tangkapan laut menjadi ikan asin. Usaha rumahan tersebut kini menjadi sumber pendapatan keluarga dan telah dipasarkan tidak hanya di wilayah sekitar, tetapi juga ke luar pulau.
Usaha pengolahan ikan asin yang dijalankan Ibu Jum’ah mencerminkan peran perempuan pesisir dalam menjaga ketahanan ekonomi rumah tangga. Dengan memanfaatkan hasil laut yang tersedia, ia mampu menciptakan nilai tambah dan membuka peluang usaha berkelanjutan di lingkungannya.
Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary menyampaikan bahwa wilayah pesisir memiliki potensi ekonomi yang besar, terutama jika didukung oleh peran aktif perempuan dalam usaha mikro dan ultra mikro. “Di banyak wilayah pesisir, perempuan berperan penting dalam mengelola dan mengembangkan usaha keluarga. PNM hadir untuk memberikan pendampingan usaha agar potensi tersebut bisa dimaksimalkan dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan keluarga,” ujar Dodot.
Ia menambahkan, pendampingan yang diberikan PNM tidak hanya mencakup permodalan, tetapi juga penguatan kapasitas usaha dan pengelolaan keuangan. “Kami ingin usaha yang dijalankan para nasabah dapat tumbuh secara bertahap dan berkelanjutan, sesuai dengan kondisi dan potensi wilayah masing-masing,” tambahnya.
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2024 terdapat sekitar 12.968 desa pesisir yang mencakup 15,39 persen dari total wilayah administratif setingkat desa di Indonesia. Sebagian besar aktivitas ekonomi masyarakat pesisir bergantung pada sektor perikanan serta pengolahan hasil laut skala mikro. Dalam konteks tersebut, penguatan peran perempuan melalui akses pembiayaan dan pendampingan usaha menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, memperkuat ketahanan keluarga, serta mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir.