JAKARTA – Kementerian Luar Negeri Türkiye pada Sabtu (31/1/2026) mengeluarkan kecaman keras terhadap serangan Israel di Jalur Gaza serta pelanggaran gencatan senjata. Ankara menilai tindakan tersebut mengancam upaya internasional dalam memulihkan ketenangan dan stabilitas di kawasan.
Dalam pernyataan di platform media sosial NSosyal, kementerian menegaskan, “Kami mengutuk keras serangan yang dilakukan Israel hari ini terhadap Jalur Gaza dan pelanggaran gencatan senjata yang terus berlanjut.”
Pernyataan itu menekankan bahwa serangan terjadi pada saat proses perdamaian Gaza memasuki fase baru, dan memperingatkan bahwa langkah Israel membahayakan usaha global membangun stabilitas. Disebutkan pula bahwa perkembangan ini menunjukkan Israel “tidak menginginkan perdamaian di kawasan itu.”
Türkiye menegaskan kembali tuntutan agar Israel dipaksa mematuhi seluruh ketentuan Rencana Perdamaian yang diadopsi Dewan Keamanan PBB, termasuk pemeliharaan gencatan senjata dan pengiriman bantuan kemanusiaan tanpa hambatan. “Kami menegaskan kembali bahwa Israel harus dipaksa untuk mematuhi semua ketentuan Rencana Perdamaian yang diadopsi oleh resolusi Dewan Keamanan PBB, terutama pemeliharaan gencatan senjata dan pengiriman bantuan kemanusiaan tanpa hambatan ke Gaza,” kata kementerian tersebut.
Kementerian juga menekankan pentingnya peran komunitas internasional dalam memenuhi tanggung jawab untuk memajukan proses perdamaian.
Sejak gencatan senjata diberlakukan awal Oktober, serangan Israel telah menewaskan lebih dari 524 warga Palestina. Dalam 24 jam terakhir saja, 37 orang dilaporkan tewas di berbagai wilayah Gaza.