JAKARTA – Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengumumkan rencana pelibatan sekitar 4.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai kementerian dan lembaga di wilayah Jakarta untuk menjadi Komponen Cadangan (Komcad) mulai semester pertama 2026.
“Sesuai rencana, semester pertama 2026 ASN sudah mulai kita latih. Untuk tahap awal ini kita pusatkan di kementerian di Jakarta, kurang lebih 4.000 orang,” ujar Sjafrie Sjamsoeddin, dikutip dari ANTARA, Senin (2/2/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Menhan saat memberikan materi dalam acara retret yang diikuti anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di fasilitas Pusat Kompetensi Bela Negara, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertahanan, Cibodas, Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (30/1/2026).
Menurut Sjafrie, program ini bertujuan membangun rasa nasionalisme serta kecintaan terhadap tanah air di kalangan ASN sebagai bentuk pengabdian kepada negara. Pelatihan khusus ditujukan bagi ASN berusia 18 hingga 35 tahun yang akan mengikuti rangkaian latihan dasar kemiliteran.
Setelah menyelesaikan tahap pelatihan dasar, para ASN akan kembali bertugas di instansi asal masing-masing tanpa mengganggu tugas pokok dan fungsi sehari-hari.
Pelaksanaan program Komcad bagi ASN akan dilakukan secara bertahap. “Kita bagi setiap triwulan sehingga pada semester pertama kita sudah mempunyai komponen cadangan yang cukup besar. Itulah proyeksi bagaimana negara harus mempertahankan dirinya,” tambah Sjafrie.
Meski demikian, Menhan menegaskan bahwa peran Komcad tidak dimaksudkan untuk menggantikan fungsi utama Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan dan pertahanan negara. Komcad lebih difokuskan sebagai pendukung dalam situasi darurat atau kebutuhan bela negara yang lebih luas.
Dengan langkah ini, Sjafrie berharap semangat nasionalisme di kalangan birokrat semakin kuat sehingga dedikasi mereka dalam melayani masyarakat dan negara juga meningkat. Program ini sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat sistem pertahanan semesta yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Kementerian Pertahanan terus mempersiapkan infrastruktur dan kurikulum pelatihan agar pelaksanaan program berjalan efektif dan sesuai regulasi yang berlaku.