JAKARTA – Benito Antonio Martínez Ocasio, atau Bad Bunny, mencatat sejarah pada ajang Grammy Awards dengan album berbahasa Spanyol pertamanya yang meraih penghargaan Album Terbaik Tahun ini. Dengan air mata pada wajahnya, ia naik ke panggung bukan hanya membawa piala, tetapi juga simbol perjuangan komunitas Latino yang selama ini menghadapi diskriminasi.
“ICE keluar. Kami bukan orang biadab. Kami bukan binatang. Kami bukan alien,” tegas Bad Bunny dalam pidatonya yang dikutip dari Variety, Selasa (3/2/2026), seruan yang menggema di tengah kebijakan keras pemerintahan Donald Trump terhadap imigran.
Album “Debí Tirar Más Fotos” menjadi tonggak penting setelah puluhan tahun musik Latin membentuk lanskap budaya Amerika. Namun, kemenangan ini terasa pahit karena bersamaan dengan meningkatnya operasi penegakan hukum imigrasi yang memisahkan keluarga Latino di berbagai wilayah.
Trump sebelumnya menyatakan bahwa “armada besar” sedang menuju Iran dan berharap kesepakatan nuklir tercapai. Namun bagi komunitas Latino di AS, ancaman yang lebih nyata adalah kebijakan imigrasi yang menciptakan iklim ketakutan.
Dalam pidatonya, Bad Bunny menegaskan pesan cinta melawan kebencian. “Kebencian menjadi lebih kuat dengan lebih banyak kebencian. Satu-satunya hal yang lebih kuat dari kebencian adalah cinta,” ujarnya. Ia mendedikasikan kemenangan itu untuk semua orang yang meninggalkan tanah air demi mengejar mimpi, menegaskan bahwa budaya Latin bukan sekadar tamu di Amerika, melainkan bagian integral dari bangsa.
