JAKARTA – Pemerintah Arab Saudi melalui General Presidency for the Affairs of the Two Holy Mosques memastikan pelaksanaan salat Tarawih di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi selama Ramadan 1447 H tetap menggunakan format 10 rakaat, ditambah 3 rakaat Witir.
Ketetapan ini diambil untuk menjaga tradisi turun-temurun yang telah lama berlaku di dua masjid suci. Tarawih akan dilakukan dalam lima kali salam, lalu ditutup dengan Witir. Otoritas menilai format ini paling sesuai untuk keseragaman ibadah jemaah dari berbagai negara.
Rangkaian salat Tarawih akan disiarkan langsung ke seluruh dunia, sehingga jutaan umat Islam dapat merasakan kekhusyukan Ramadan di Tanah Suci secara virtual. Jadwal resmi pelaksanaan serta daftar imam akan diumumkan menjelang Ramadan.
Berdasarkan perhitungan astronomi, awal Ramadan di Arab Saudi diperkirakan jatuh pada 18 atau 19 Februari 2026, dengan Idulfitri kemungkinan dirayakan antara 19–21 Maret 2026. Durasi puasa diperkirakan berlangsung 12–13 jam, relatif nyaman karena bertepatan dengan peralihan musim dingin ke musim semi yang bersuhu sejuk.