JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi hujan selama bulan Ramadan 1447 Hijriah yang diperkirakan dimulai pada pertengahan Februari 2026. Meski demikian, intensitas cuaca ekstrem diprediksi mulai melandai dibandingkan periode sebelumnya.
Pelaksana Tugas Deputi Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menyampaikan hal tersebut usai menghadiri diskusi Dialektika Demokrasi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (5/2/2026).
“Potensi hujan masih ada, tetapi tingkat ekstremitasnya mulai menurun,” kata Andri Ramdhani.
Menurutnya, hujan masih berpeluang turun di sejumlah wilayah, khususnya Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Kondisi ini dipengaruhi oleh aktivitas bibit siklon serta siklon tropis di wilayah selatan yang secara historis masih aktif hingga April.
“Terutama di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, karena hingga April masih merupakan musim aktif bibit siklon dan siklon tropis di selatan. Secara historis, kondisi ini berlangsung sampai April. Ketika fenomena itu muncul, dampaknya bisa terjadi dalam skala waktu singkat, sekitar tiga hingga sepuluh hari,” jelasnya.
Andri menambahkan, tren penurunan cuaca ekstrem terlihat dari Februari menuju Maret. Namun, kemunculan bibit siklon atau siklon tropis secara tiba-tiba tetap dapat memicu peningkatan hujan lebat dalam waktu singkat.
“Kita tetap perlu mengantisipasi. Walaupun secara klimatologis tren Februari ke Maret melandai, kemunculan bibit siklon di selatan atau siklon tropis tetap bisa meningkatkan potensi cuaca ekstrem,” tuturnya.
Karena itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi resmi cuaca guna mengantisipasi dampak potensial, seperti genangan air atau gangguan aktivitas selama menjalankan ibadah puasa.
“Masyarakat diharapkan terus memantau dan mengikuti informasi resmi dari BMKG,” imbuhnya.
Prakiraan ini sejalan dengan pola musim hujan yang masih berlangsung hingga Maret 2026 sebelum beralih ke musim kemarau sekitar April–Mei. Masyarakat di wilayah rawan dianjurkan menyiapkan langkah pencegahan, termasuk memeriksa prakiraan cuaca harian BMKG untuk mengurangi risiko.
