JAKARTA – Amerika Serikat menegaskan bahwa agenda utama dialog dengan Iran harus mencakup isu rudal balistik, program nuklir, dukungan terhadap organisasi teroris, serta perlakuan pemerintah Iran terhadap rakyatnya. Lokasi perundingan masih dalam pembahasan, setelah rencana awal di Türkiye belum mendapat kesepakatan dari pihak Teheran.
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers di Washington, Rabu (4/2/2026), menjelang pertemuan mengenai mineral kritis. “Kami mengira sudah ada forum yang disepakati di Turkiye. Namun, saya melihat laporan yang saling bertentangan dari pihak Iran yang menyatakan mereka belum menyetujuinya, sehingga hal ini masih terus dibahas,” ujarnya, dilansir dari Anadolu, Kamis (5/2/2026).
Rubio menegaskan bahwa perundingan tidak dimaksudkan sebagai bentuk legitimasi terhadap Iran. Menurutnya, pembahasan yang komprehensif diperlukan agar dialog menghasilkan sesuatu yang bermakna.
Sejumlah laporan menyebutkan, perundingan nuklir yang semula direncanakan berlangsung di Türkiye kini diperkirakan akan digelar di Oman.
