BERGAMO, ITALIA — Atalanta sukses melaju ke semifinal Coppa Italia 2025/2026 setelah mengalahkan Juventus dengan skor telak 3-0 di perempatfinal. Pertandingan yang digelar di Gewiss Stadium, Bergamo, pada Kamis (5/2/2026) itu menjadi pembalasan manis bagi La Dea atas kekalahan di final kompetisi yang sama pada 2021 dan 2024.
Skuad Raffaele Palladino tampil tajam dalam memanfaatkan kesalahan lawan, sementara Juventus di bawah arahan Luciano Spalletti kesulitan menembus pertahanan solid tuan rumah meski sempat mendominasi penguasaan bola. Hasil ini membuat Bianconeri tersingkir dini dari turnamen yang mereka harapkan bisa jadi ajang rebut trofi musim ini.
Jalannya Pertandingan Atlanta vs Juventus
Jalannya pertandingan di babak pertama cukup sengit. Juventus langsung menekan sejak peluit awal dibunyikan. Francisco Conceicao menjadi ancaman utama dengan umpan silangnya yang disundul Jonathan David, tetapi bola masih melambung di atas gawang Marco Carnesecchi.
Atalanta tak tinggal diam dan membalas lewat tendangan jarak jauh Ederson. Namun, upaya itu masih lemah dan mudah diamankan kiper Juventus Mattia Perin. Peluang emas bagi Bianconeri datang di menit ke-20 saat Conceicao lolos di kotak penalti, tapi tembakannya berhasil diblok Carnesecchi dengan cepat.
Hanya semenit kemudian, Conceicao kembali menguji peruntungan dengan sepakan melengkung yang mengarah tepat ke sudut gawang. Sayang bagi Juventus, bola hanya membentur tiang dan membuat suporter tuan rumah bernapas lega.
Momentum berubah pada menit ke-25 ketika wasit meninjau VAR setelah insiden handball Bremer saat menghalau umpan silang Ederson. Keputusan akhir memberikan penalti untuk Atalanta. Gianluca Scamacca yang menjadi eksekutor tak menyia-nyiakan kesempatan, sukses mengecoh Perin di menit ke-27. La Dea unggul 1-0.
Tertinggal satu gol membuat Juventus semakin gencar menyerang. Mereka menguasai permainan dan mencoba berbagai cara untuk menyamakan kedudukan. Namun, lini belakang Atalanta yang dipimpin Giorgio Scalvini tampil solid, mematahkan setiap serangan Bianconeri. Skor 1-0 bertahan hingga babak pertama usai.
Babak kedua dimulai dengan pola serupa. Juventus terus menekan, dan Jeremie Boga sempat menusuk dari sisi kiri untuk mengirim umpan mendatar ke depan gawang. Sayang, tak ada rekan setim yang bisa menyambut bola tersebut.
Terlalu fokus menyerang membuat pertahanan Juventus lengah. Atalanta memanfaatkan itu lewat serangan balik cepat. Raoul Bellanova bergerak lincah dari sayap kanan dan melepas umpan mendatar yang diselesaikan Kamaldeen Sulemana menjadi gol di menit ke-77. Skor menjadi 2-0.
Keunggulan semakin kokoh di menit ke-85. Mario Pasalic yang baru masuk sebagai pengganti melepaskan sepakan pelan dari tepi kotak penalti. Bola bergulir masuk ke pojok kanan gawang Perin tanpa bisa dihalau. Atalanta menutup laga dengan kemenangan 3-0 dan berhak melangkah ke semifinal melawan pemenang antara Bologna atau Lazio.
Kemenangan ini memperpanjang rekor tak terkalahkan Atalanta atas Juventus dalam empat pertemuan terakhir di semua kompetisi sejak final Coppa Italia 2024. La Dea menunjukkan kekuatan skuad mereka, terutama melalui kontribusi pemain pengganti seperti Sulemana dan Pasalic yang langsung mencetak gol.
Evaluasi Spalletti atas Penampilan Juventus
Pelatih Juventus Luciano Spalletti memberikan tanggapan pascalaga. Ia mengakui Atalanta lebih unggul dalam mengambil keputusan di momen krusial.
“Mereka lebih baik dari kami di momen-momen krusial pertandingan. Saat mengomentari kekalahan 3-0, tidak banyak yang bisa dikatakan. Kami mengucapkan selamat kepada Palladino dan Atalanta, mereka adalah tim yang solid dan memainkan sepak bola yang bagus,” kata Spalletti, dikutip dari Football Italia.
Spalletti juga menyoroti perubahan arah pertandingan setelah penalti diberikan. Gol Scamacca dari titik putih menjadi pembuka, diikuti dua gol tambahan dari Sulemana dan Pasalic di babak kedua.
Ia menekankan pentingnya pengambilan keputusan tepat saat laga memasuki fase sulit. Kami membuat pilihan salah ketika keadaan menjadi sulit. Ada momen di mana bola bergerak bebas dan sebagian besar tentang statistik, tapi ketika pertandingan menjadi nyata, Anda harus membuat keputusan tepat, cepat, dan tajam, jelas Spalletti.
“Pada saat-saat itu, kami membuat pilihan salah, mereka membuat pilihan tepat,”tambahnya.
Kekalahan ini menjadi tantangan bagi Juventus untuk bangkit di kompetisi lain, khususnya Serie A di mana mereka bersaing ketat untuk gelar. Sementara Atalanta semakin percaya diri dengan performa konsisten mereka musim ini.
Pertandingan ini membuktikan betapa ketatnya persaingan di Coppa Italia. Tim yang lebih klinis dan tepat dalam momen penting sering kali keluar sebagai pemenang. Atalanta kini fokus ke semifinal, sementara Juventus harus evaluasi mendalam untuk sisa musim 2025/2026.
Dari sisi statistik, Atalanta mencatatkan 12 tembakan dengan 5 on target, sementara Juventus punya 10 tembakan tapi hanya 3 yang mengarah ke gawang. Penguasaan bola Juventus mencapai 58 persen, tapi tak cukup untuk membongkar pertahanan tuan rumah.
Kemenangan telak ini juga menjadi sorotan media Italia, dengan banyak yang memuji strategi Palladino dalam memanfaatkan pemain pengganti. Bagi pendukung La Dea, ini adalah langkah maju menuju trofi yang sempat hilang di final sebelumnya.
