JAKARTA – Charlie Puth tampil membawakan Lagu Kebangsaan Amerika Serikat sebelum Super Bowl pada Minggu (8/2/2026) dengan gaya sederhana tapi penuh penghayatan.
Diiringi piano elektrik, Puth memulai dengan lembut sebelum meningkatkan intensitas pada bait “Rockets red glare”. Suaranya melambung saat paduan suara bergabung, dan penampilan mencapai klimaks ketika empat jet Angkatan Udara melintas di atas stadion. Puth mengangkat tangan, melambaikan ke arah penonton, jelas menikmati momen tersebut.
Beberapa hari sebelumnya, Puth berbincang dengan Zane Lowe dan Ebro Darden dari Apple Music mengenai persiapan tampil di panggung besar itu. “Saya rasa cara terbaik bagi saya secara khusus adalah, aransemen adalah segalanya bagi saya,” ujarnya, dilansir dari Variety, Senin (9/2/2026). “Saya selalu merekayasa balik bagaimana saya mendengar musik saya sendiri di kepala saya, lalu tinggal memilahnya dan menjadikannya produk yang layak untuk ditampilkan. Saya telah melatih ini di kepala saya selama berbulan-bulan, jika itu masuk akal.”
Puth diumumkan sebagai penampil sejak November lalu, namun sempat menuai kritik. Seorang pengguna X menulis, “Kita telah jatuh ke level ketika Whitney Houston bernyanyi di Super Bowl. Charlie Puth? Saya khawatir dia tidak akan memberikan vokal yang bagus.”
Puth menanggapi dengan rendah hati. “Saya tidak akan pernah mengklaim sebagai penyanyi sebaik Whitney Houston. Tapi saya jamin kami sedang menyiapkan aransemen yang sangat istimewa—dalam D mayor. Ini akan menjadi salah satu penampilan vokal terbaik saya.”
Penampilan ini hadir di tengah persiapan peluncuran album keempatnya, “Whatever’s Clever”, yang akan dirilis pada 27 Maret. Ia telah merilis single utama “Changes” dan “Beat Yourself Up”, serta membawakan lagu “Sideways” bersama Coco Jones pada penampilan perdananya di Blue Note, Los Angeles, musim gugur lalu.
