JAKARTA — Rasa FOMO (Fear of Missing Out) kerap muncul ketika melihat teman atau influencer memamerkan gaya hidup seru di media sosial. Sering kali perasaan ini dirasakan oleh Gen Z. Padahal, tidak semua hal yang viral benar-benar dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Jika dibiarkan, perasaan ini bisa memengaruhi kesehatan mental hingga kondisi keuangan.
Menghindari FOMO bukan berarti harus menjauh dari dunia digital sepenuhnya. Yang terpenting adalah memiliki cara bijak untuk menghindarinya.
Berikut lima tips praktis yang realistis dan mudah diterapkan dalam rutinitas harian Gen Z untuk menghindari FOMO:
1. Kenali Batas Diri dan Kondisi Keuangan
Langkah pertama yang paling mendasar untu menghindari FOMO adalah mengenali batas diri sendiri. Sebelum tergoda membeli barang tren atau ikut acara yang sedang ramai, tanyakan pada diri sendiri apakah itu benar-benar dibutuhkan atau hanya karena tidak ingin ketinggalan.
Banyak Gen Z yang terjebak membeli gadget baru, pakaian limited edition, atau tiket konser hanya karena melihat orang lain melakukannya. Akibatnya, pengeluaran membengkak dan tabungan menipis. Dengan memprioritaskan kebutuhan pokok seperti biaya kuliah, transportasi, atau dana darurat, hidup justru bisa merasa lebih tenang.
2. Kurangi Paparan Media Sosial Berlebihan
FOMO sering kali dipicu oleh algoritma media sosial yang terus menampilkan konten orang lain yang terlihat sempurna. Solusinya simple, yaitu batasi waktu penggunaan aplikasi tersebut.
Sebagian besar ponsel kini memiliki fitur screen time yang bisa diatur otomatis. Mulailah dengan membatasi 1-2 jam per hari untuk scrolling. Selain itu, pertimbangkan untuk mute atau unfollow akun yang sering memamerkan gaya hidup mewah atau liburan impian. Ganti dengan mengikuti akun yang menginspirasi tanpa tekanan, seperti konten edukasi atau hobi pribadi. Hasilnya, pikiran menjadi lebih jernih dan perasaan selalu ketinggalan perlahan berkurang.
3. Fokus pada Tujuan dan Timeline Pribadi
Setiap orang memiliki perjalanan hidup yang berbeda. Membandingkan diri dengan pencapaian orang lain di usia yang sama sering menjadi pemicu utama FOMO. Alih-alih terus melihat timeline teman yang sudah lulus cepat, dapat beasiswa, atau promosi jabatan, alihkan energi ke target pribadi.
Buat daftar tujuan jangka pendek dan panjang, misalnya menyelesaikan skripsi tepat waktu, mengasah skill digital marketing, atau menabung untuk kursus bahasa. Ingat, kesuksesan tidak selalu harus sesuai standar umum yang beredar di media sosial.
4. Nikmati Momen Sederhana Versi Diri Sendiri
Tidak semua momen harus terlihat mewah agar berharga. Ini hal yang sangat perlu diperhatikan untuk menghindari FOMO. Banyak Gen Z yang merasa kurang jika akhir pekan hanya dihabiskan di rumah atau nongkrong di warung kopi biasa. Padahal, kebahagiaan sejati sering datang dari hal-hal sederhana.
Coba praktikkan meraih rasa syukur dengan mencatat tiga hal yang disyukuri setiap hari. Nikmati me time dengan membaca buku, jalan kaki sore, atau masak makanan favorit sendiri. Aktivitas ini tidak hanya hemat biaya, tapi juga membantu membangun kepuasan batin yang lebih dalam. Hidup tidak selalu harus instagrammable untuk terasa bermakna.
5. Belajar Menolak dengan Tegas tanpa Rasa Bersalah
Salah satu keterampilan penting yang perlu diasah untuk menghindari FOMO adalah kemampuan mengatakan tidak. Menolak ajakan hangout mahal, tren belanja impulsif, atau tantangan viral bukan berarti antisosial. Justru ini menunjukkan penghargaan diri sendiri terhadap kondisi kesehatan mental dan prioritas pribadi.
Mulailah dengan kalimat sederhana seperti, “Maaf, kali ini saya skip dulu ya,” atau “Saya lagi fokus nabung nih”. Teman sejati justru akan menghormati keputusan tersebut.





