JAKARTA – Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese menyerukan ketanangan dan meminta demonstransi tetap damai setelah bentrokan antara polisi dan ribuan demonstran yang menolak kunjungan Presiden Israel, Isaac Herzog pecah di Sydney.
Polisi New South Wales melaporkan 27 orang ditangkap, termasuk 10 orang karena diduga menyerang petugas, dalam insiden pada Senin malam ketika aparat berusaha membubarkan massa di sekitar balai kota Sydney. Tidak ada laporan cedera serius.
Albanese menyatakan dirinya “sangat terpukul” oleh kekerasan tersebut. “Orang-orang Australia menginginkan dua hal. Mereka tidak ingin konflik dibawa ke sini. Mereka ingin pembunuhan dihentikan, baik itu terhadap warga Israel maupun Palestina, tetapi mereka tidak ingin konflik dibawa ke sini,” ujarnya kepada radio Triple M yang dilansir dari Reuters, Selasa (10/2/2026). Ia menegaskan bahwa aksi kekerasan justru merusak tujuan demonstrasi.
Polisi diberi kewenangan khusus untuk mengendalikan massa, termasuk membatasi akses, memeriksa kendaraan, dan mengarahkan pergerakan demonstran. Rekaman televisi menunjukkan sebagian demonstran mencoba menerobos barikade, sementara polisi menggunakan gas air mata dan semprotan merica untuk membubarkan kerumunan.
Premier New South Wales Chris Minns membela tindakan aparat, menyebut polisi berada dalam “situasi yang mustahil” dan harus mengambil keputusan cepat. Namun, Palestine Action Group Sydney menuduh polisi menyerbu massa dengan kuda, menyemprotkan merica secara sembarangan, serta memukul dan menangkap demonstran.
Anggota parlemen oposisi dari Partai Hijau, Abigail Boyd, mengaku dipukul saat mencoba meninggalkan lokasi. “Saya memiliki lengan dan bahu yang sangat sakit karena mereka memukul saya. Saya benar-benar syok,” katanya.
Komisaris Polisi NSW Mal Lanyon menegaskan tindakan aparat dibenarkan. “Polisi melakukan apa yang perlu dilakukan, yaitu menahan garis dan kemudian membentuk serta memindahkan para demonstran mundur dengan tujuan membubarkan mereka,” ujarnya.
Rencana Aksi Lanjutan di Sydney Australia
Sebagai respons, Palestine Action Group Sydney berencana menggelar aksi lanjutan di luar markas polisi pada Selasa malam.
