Investor asing mencatatkan aksi beli bersih (net buy) sebesar Rp 211,60 miliar pada sesi pertama perdagangan Rabu (11/2/2026). Ini menjadi sinyal awal kembalinya aliran dana asing ke pasar saham Indonesia setelah sebelumnya mengalami tekanan cukup dalam sejak awal tahun.
Sentimen positif tersebut muncul sehari setelah Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan tertutup dengan lima konglomerat papan atas Tanah Air di Padepokan Garudayaksa, Hambalang, Bogor.
Pasar merespons cepat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 1,96% atau naik 159,23 poin ke level 8.290,97 pada sesi penutupan. Sebanyak 531 saham menguat, jauh melampaui 153 saham yang melemah, mencerminkan optimisme yang merata di lantai bursa.
Sektor Energi Jadi Motor Penguatan
Reli IHSG dipimpin oleh sektor energi yang melonjak 5,19%. Kenaikan ini disusul sektor siklikal yang menguat 4,62% serta sektor industri yang naik 3,68%.
Tiga saham dengan nilai transaksi terbesar pagi ini adalah:
-
PT Bumi Resources Tbk (BUMI)
-
PT Petrosea Tbk (PTRO)
-
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
PTRO sendiri berada di bawah kendali Prajogo Pangestu, yang juga menaungi PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN). Sementara itu, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA), emiten milik Happy Hapsoro, turut menjadi perhatian pasar seiring rencana rights issue jumbo hingga 50 miliar saham baru.
Dominasi saham-saham energi memperkuat indikasi bahwa stabilitas harga komoditas global turut menopang sentimen positif di dalam negeri.
Efek Pertemuan Hambalang?
Pertemuan Presiden Prabowo dengan lima pengusaha besar berlangsung lebih dari empat jam pada Selasa malam, mulai pukul 19.00 hingga 23.30 WIB.
Para pengusaha yang hadir antara lain:
-
Prajogo Pangestu (Barito Pacific Group)
-
Anthony Salim (Salim Group)
-
Franky Widjaja (Sinar Mas Group)
-
Boy Thohir (Adaro Energy)
-
Sugianto Kusuma atau Aguan (Agung Sedayu Group)
Sekretariat Kabinet menyampaikan bahwa Presiden menekankan pentingnya semangat Indonesia Incorporated — kolaborasi erat antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat daya saing nasional serta mempercepat pembangunan ekonomi.
Pertemuan ini dinilai pasar sebagai sinyal soliditas dan koordinasi antara pemerintah dan pelaku usaha besar, yang dapat memperkuat kepercayaan investor.
Sinyal Pemulihan di Tengah Tekanan
Masuknya dana asing hari ini menjadi kabar positif setelah sebelumnya investor global masih mencatatkan net sell sebesar Rp 11,02 triliun secara year to date hingga awal Februari 2026, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan.
Meski tekanan belum sepenuhnya hilang, arus dana mulai menunjukkan tanda stabilisasi, ditopang oleh:
-
Penguatan bursa regional
-
Stabilitas harga komoditas
-
Sentimen domestik yang lebih kondusif
Penguatan hari ini juga melanjutkan tren positif dari perdagangan sebelumnya, di mana IHSG naik 1,24% ke level 8.131,74.
Jika momentum ini berlanjut, pasar berpeluang memasuki fase konsolidasi sehat dengan dukungan arus dana asing yang kembali bertahap.
