JAKARTA — Olahraga menjadi hal wajib untuk dilakukan supaya kesehatan tubuh secara keseluruhan terjaga. Namun, banyak orang mengabaikan olahraga karena kesibukan, kelelahan, atau kurang motivasi, padahal dampak negatifnya bisa sangat serius.
Berikut adalah tujuh akibat berbahaya yang sering muncul akibat malas berolahraga yang bersumber dari artikel kesehatan tepercaya, seperti Alodokter dan Halodoc:
1. Risiko Kematian Mendadak Meningkat
Kurang aktivitas fisik menjadi salah satu faktor penyebab utama kematian dini di dunia. Studi dari jurnal medis Lancet menunjukkan bahwa inaktivitas fisik berkontribusi pada persentase signifikan kematian global. American Heart Association merekomendasikan untuk melakukan olahraga 3-4 kali dalam seminggu dengan durasi 30-60 menit.
2. Rentan Mengalami Depresi dan Gangguan Mood
American Journal of Preventive Medicine menjelaskan bahwa orang yang jarang berolahraga cenderung lebih mudah mengalami depresi dibandingkan mereka yang aktif secara fisik. Saat berolahraga, tubuh melepaskan hormon endorfin dan oksitosin yang menciptakan rasa bahagia dan rileks, mirip efek positif dari aktivitas menyenangkan lainnya. Tanpa olahraga, mood swing dan perasaan sedih bisa lebih sering muncul, memengaruhi kualitas hidup sehari-hari.
3. Proses Penuaan Lebih Cepat
Malas berolahraga mempercepat tanda-tanda penuaan, seperti kulit kendur dan keriput dini. Tubuh yang tidak dilatih akan kehilangan kepadatan tulang dan massa otot seiring bertambahnya usia. Olahraga rutin, terutama yang melibatkan beban seperti angkat beban atau jalan cepat, membantu menjaga kekuatan tulang dan elastisitas kulit. Keringat sehat yang keluar saat bergerak juga mendukung sirkulasi darah yang baik, sehingga kulit tampak lebih segar dan awet muda.
4. Mudah Sakit dan Imunitas Melemah
Department of Health and Human Services Amerika Serikat menekankan bahwa orang yang jarang berolahraga pasti mudah terpapar penyakit. Olahraga secara rutin dapat meningkatkan fungsi sel darah putih dalam melawan infeksi. Orang yang jarang bergerak memiliki daya tahan tubuh lebih rendah, sehingga rentan terhadap flu, infeksi, hingga penyakit kronis akibat penumpukan lemak. Penyakit tidak menular seperti diabetes dan hipertensi juga lebih mudah menyerang karena metabolisme melambat dan peredaran darah tidak optimal.
5. Berat Badan Sulit Terkontrol
Banyak yang mengandalkan diet ketat saja untuk menurunkan berat badan, tapi tanpa olahraga, hasilnya sering tidak bertahan lama. Penelitian dari Northwestern University menunjukkan bahwa aktivitas fisik tinggi membantu mencegah kenaikan berat badan berlebih dan menjaga metabolisme tetap aktif. Olahraga memungkinkan pembakaran kalori lebih efisien, sehingga berat badan stabil meski sesekali ada hari makan lebih banyak. Kombinasi pola makan sehat dan gerak rutin adalah kunci utama.
6. Gampang Lelah dan Produktivitas Menurun
Jarang berolahraga membuat jantung kurang terlatih dalam memompa darah, sehingga stamina tubuh menurun. Akibatnya, aktivitas sehari-hari terasa lebih melelahkan, bahkan tanpa beban berat. Kondisi ini berdampak pada produktivitas kerja atau belajar. Dengan olahraga teratur, sirkulasi darah meningkat, oksigen tersebar lebih baik ke seluruh tubuh, dan energi pun terasa lebih melimpah sepanjang hari.
7. Sulit Tidur Nyenyak
Orang yang minim aktivitas fisik sering mengalami gangguan tidur karena tubuh tidak cukup lelah secara fisik. Ritme sirkadian atau jam biologis tubuh menjadi terganggu, sehingga sulit merasa mengantuk di malam hari. Akibatnya, tidur tidak berkualitas, dan keesokan harinya tubuh terasa lesu serta mudah lelah. Olahraga, terutama di pagi atau sore hari, membantu mengatur pola tidur lebih baik dan meningkatkan kualitas istirahat malam.
