MAKASAR – Pangkalan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin di Makassar baru saja menyelesaikan Latihan Kesiagaan I Tahun Anggaran 2026 untuk mengasah kemampuan personel dalam merespons berbagai situasi darurat. Kegiatan yang digelar pada Rabu (11/2/2026) ini menjadi bagian penting dari upaya TNI Angkatan Udara (AU) dalam menjaga keamanan dan kesiapan operasional di wilayah timur Indonesia.
Latihan yang berlangsung selama dua hari tersebut difokuskan pada pengujian respons cepat dan prosedur standar di tengah berbagai kontinjensi potensial. Dengan melibatkan seluruh satuan dan unsur pendukung di lingkungan pangkalan, simulasi ini dirancang untuk memastikan setiap elemen mampu berkoordinasi secara efektif. Para peserta dilatih menghadapi beragam skenario, mulai dari ancaman keamanan hingga penanganan kecelakaan dan bencana alam yang kerap menjadi tantangan di kawasan Sulawesi Selatan.
Salah satu aspek utama dalam latihan ini adalah pengamanan objek vital. Personel Lanud Sultan Hasanuddin mempraktikkan langkah-langkah perlindungan terhadap aset strategis TNI AU, termasuk infrastruktur penerbangan dan fasilitas pendukung. Hal ini bertujuan mengantisipasi berbagai bentuk gangguan eksternal yang berpotensi mengancam operasional pangkalan. Selain itu, tim khusus seperti Crash Team turut diuji melalui simulasi keadaan darurat penerbangan. Mereka berlatih menangani insiden secara cepat dan terkoordinasi, dengan menekankan prosedur keselamatan yang ketat guna meminimalkan risiko.
Latihan juga mencakup modul penanganan bencana alam dan operasi Search and Rescue (SAR). Pada bagian ini, kerja sama dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menjadi sorotan. Kolaborasi tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan tim dalam melakukan pencarian dan pertolongan pada berbagai kondisi darurat, seperti banjir atau gempa bumi yang kerap melanda wilayah Indonesia. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat kapabilitas internal Lanud, tetapi juga membangun sinergi dengan lembaga sipil untuk respons bencana yang lebih terpadu.
Komandan Lanud Sultan Hasanuddin, Marsma TNI Arifaini Nur Dwiyanto, menjelaskan bahwa latihan ini merupakan sarana evaluasi komprehensif. Ia menekankan pentingnya mengukur kesiapan personel, keandalan sistem pendukung, serta efektivitas rantai komando dan pengendalian di seluruh unit.
“Kesiapsiagaan adalah kunci. Melalui latihan ini, setiap unsur diharapkan memahami tugas dan tanggung jawabnya, serta mampu bertindak cepat, tepat, dan terukur dalam menghadapi berbagai kemungkinan,” tegasnya.
Kegiatan ini mencerminkan komitmen TNI AU dalam menjaga stabilitas keamanan nasional, khususnya di tengah dinamika geopolitik dan potensi ancaman alam di Indonesia Timur. Dengan demikian, Lanud Sultan Hasanuddin terus berupaya meningkatkan standar operasionalnya, memastikan pangkalan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Latihan serupa diharapkan menjadi agenda rutin tahunan untuk mempertahankan tingkat kesiagaan yang optimal.


