JAKARTA – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui skema BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) kini menjadi penopang utama bagi ribuan warga kurang mampu di Indonesia.
Termasuk Lucky Yudistira Pradita, remaja asal Bekasi yang tiga tahun terakhir berjuang melawan gagal ginjal.
Di balik perjuangan itu, ada sosok ibu tangguh bernama Marsi (41), yang tanpa lelah mendampingi sang anak menjalani prosedur hemodialisis di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.
“Anak saya sakit gagal ginjal sejak kelas 5 SD. Saat ini kalau dia lagi sekolah, kelas 2 SMP. Sejak SMP tidak lagi sekolah, karena pengobatan,” ujar Marsi saat ditemui di RSCM, Kamis (12/2).
Lucky termasuk dari lebih 120 ribu peserta BPJS PBI yang keanggotaannya kembali aktif secara otomatis setelah sebelumnya sempat nonaktif karena pemutakhiran data.
Beruntung, proses aktivasi berlangsung cepat sehingga Marsi tidak sempat merasakan dampaknya.
Ia merasa lega karena keaktifan BPJS PBI menjadi tumpuan utama pembiayaan terapi putranya yang membutuhkan perawatan rutin setiap minggu. Sejak 2023, Lucky menjalani cuci darah tanpa gangguan pembiayaan.
“Tidak ada, alhamdulillah lancar-lancar aja,” ujarnya, menegaskan bahwa administrasi dan pelayanan yang diterimanya tetap berjalan tanpa hambatan.
Setiap tiga bulan, Marsi memperpanjang rujukan pengobatan dan menyebut seluruh prosedur selalu berjalan lancar berkat sistem pelayanan yang kian efisien.
“Tidak (ada hambatan), aku setiap kalau perpanjang rujukan selalu mudah, dipermudah tidak ada kesulitan. Diperpanjang itu 3 bulan sekali,” katanya.
Selain kemudahan administrasi, Marsi juga menilai tenaga kesehatan RSCM memberikan layanan terbaik dengan penuh empati.
“Alhamdulillah, selama aku menjalani cuci darah di sini, semua prosesnya dimudahkan, bagus, tidak ada kendala, masalah apa-apa. Dokter-dokter di sini ya baik, ramah, care gitu sama pasien,” ungkapnya.
Namun perjuangan Marsi belum berakhir. Ia tetap berharap Lucky bisa sembuh total agar dapat kembali bersekolah dan menikmati masa remaja layaknya anak lain.
“Harapan aku selama ini pengennya kalau bisa gitu ya. Bisa lepas hari cuci darah. Biar bisa jadi sehat lagi. Biar bisa sekolah, seperti anak-anak yang lain pengennya kayak gitu. Dia bisa mengejar cita-citanya,” ujarnya penuh harap.
Sebagai penerima manfaat BPJS PBI, Marsi juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah dan Presiden Prabowo Subianto atas kepedulian terhadap masyarakat kecil.
“Mudah-mudahan, pemerintah bisa lebih memperhatikan rakyat seperti kita. Terima kasih banget buat Bapak Presiden. Terima kasih atas bantuannya selama ini. Semoga makin jaya selalu,” pungkasnya.***
