JAKARTA – Direktur Utama Garuda TV, Fahmi Muhamad Anwari, menegaskan komitmen kolaborasi strategis antara media nasional dan komunitas alumni global dalam acara panel diskusi bertajuk “Indonesia Siap Guncang Dunia! Peluncuran Peta Jalan Strategis Daya Saing Global 2026”, sebagai bagian dari penguatan ekosistem daya saing Indonesia menuju 2026.
Forum yang diselenggarakan Ikatan Alumni Perhimpunan Pelajar Indonesia (IAPPI) ini mempertemukan pada akademisi, diaspora, dan pemangku kebijakan tersebut, Sabtu (14/2/2026) di Auditorium BJ. Habibie BRIN Republik Indonesia, Menteng, Jakarta Pusat.
Dalam sambutannya Fahmi menyampaikan bahwa sinergi lintas sektor menjadi fondasi penting agar peta jalan strategis daya saing global tidak berhenti sebagai dokumen konseptual, melainkan menjadi gerakan implementatif yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Fahmi yang pernah aktif di Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Singapura dan Inggris menilai bahwa jejaring alumni luar negeri memiliki kapasitas intelektual dan pengalaman global yang dapat diterjemahkan menjadi solusi konkret bagi pembangunan nasional.
Ia menjelaskan bahwa Garuda TV sebelumnya telah menjalin kemitraan dengan organisasi Alliance Alumni Association (Triple A) yang menghimpun alumni 14 universitas top dunia seperti Harvard, MIT, Cambridge, Oxford, NTU, hingga Tsinghua untuk menyelenggarakan konferensi berbasis riset dan aksi nyata.
“Saya berharap di PPI ini kita berkolaborasi, kuncinya adalah kolaborasi. Saya mewakili Garuda TV pastinya siap untuk berkolaborasi dengan organisasi ini. Dan bagi saya ini juga merupakan rumah bagi saya untuk alumni,” tutur Fahmi.
Sebagai televisi nasional bergenre berita yang mengudara sejak 8 Agustus 2023 dan kini memasuki tahun ketiga siaran nasional dengan cakupan hampir 200 kota dari Sabang hingga Merauke, Garuda TV memosisikan diri sebagai media independen yang mendukung pembangunan nasional tanpa meninggalkan fungsi kontrol sosial.
Fahmi menekankan bahwa pendekatan editorial Garuda TV adalah berbasis data dan proporsional, di mana kritik tetap disampaikan untuk mendorong perbaikan standar dan tata kelola kebijakan publik, bukan sekadar sensasi atau pembentukan opini negatif.
Program “Goes to Campus” menjadi salah satu strategi konkret Garuda TV dalam membangun optimisme generasi muda melalui forum diskusi terbuka di berbagai perguruan tinggi seperti IPB, UNS, Universitas Airlangga, Undip, Universitas Tarumanagara, hingga Universitas Trisakti, dengan menghadirkan menteri, pimpinan BUMN, dan tokoh nasional sebagai narasumber.
“Ini berawal dari sebenarnya kegelisahan kami sebagai media, melihat ada, saya tak bilang negatif apa black campaign tahun lalu ya, kalau rekan-rekan sekarang pernah dengar, ada dulu kan hashtag kabur aja dulu.”
“Itu sebenarnya berawal dari situ kita memikirkan bahwa kita mau mempresent kepada anak muda bahwa Indonesia itu baik-baik aja. Kita ini membuat semangat optimisme kepada kawalan muda, sehingga kami membuat Indonesia punya kamu itu,” terang Fahmi.
Selain itu, program “Indonesia Kita” dan kegiatan “Merajut Kebangsaan” juga digelar sebagai forum dialog kebangsaan sekaligus penggalangan solidaritas untuk korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Jawa Barat, yang menunjukkan bahwa media tidak hanya menyampaikan informasi tetapi juga menggerakkan empati publik.
Dalam konteks peluncuran Peta Jalan Strategis Daya Saing Global 2026, Fahmi menyatakan kesiapan Garuda TV menjadi kanal amplifikasi gagasan IAPPI melalui kampanye nasional yang terstruktur, kolaboratif, dan berorientasi hasil.
Ia optimistis bahwa dengan jejaring alumni global, dukungan media, serta sinergi lintas lembaga, visi Indonesia berdaya saing global dapat diwujudkan secara terukur dan berkelanjutan.
Acara panel diskusi tersebut sekaligus menjadi momentum awal pembentukan gerakan kolaboratif yang mengintegrasikan kekuatan intelektual diaspora, ekosistem media nasional, dan kepemimpinan strategis untuk memperkuat posisi Indonesia di panggung global.***
