DEPOK – Komunitas alumni SD Pondok Cina 1, yang dikenal dengan nama Big IPPOR, kembali menunjukkan kepedulian sosial menjelang Ramadan 2026. Melalui program tahunan Big IPPOR Peduli, mereka menyalurkan bantuan kepada 58 anak yatim dan duafa serta 11 guru purna bakti dari almamater mereka.
Kegiatan ini berlangsung pada 14–15 Februari 2026, dengan donasi yang terkumpul sejak Januari dari sumbangan alumni lintas angkatan serta penyumbang eksternal. Bantuan disalurkan ke anak-anak di lingkungan alumni, SDN Pondok Cina 1, dan SDN Pondok Cina 3, sementara tali kasih diberikan kepada guru-guru yang pernah mengabdi di SD IPPOR (nama lama sekolah tersebut).
Ketua Panitia Big IPPOR Peduli 2026, Ommy Hathmar, menjelaskan pendekatan personal dalam penyaluran. “Santunan untuk siswa diserahkan langsung ke SDN Pondok Cina 1 dan Pondok Cina 3. Sementara untuk duafa dan tali kasih bagi para guru purna bakti, kami serahkan dengan cara mendatangi langsung rumah kediaman masing-masing. Ini adalah bentuk penghormatan dan cara kami menyambung tali silaturahmi dengan pahlawan tanpa tanda jasa kami,” ungkapnya.
Achmad Djazuli, Ketua Big IPPOR, menekankan bahwa kesuksesan program ini mencerminkan soliditas komunitas dan dukungan luas dari donatur. “Semoga di tahun mendatang kita dapat melaksanakan kegiatan Big IPPOR Peduli ini dengan lebih meriah dan lebih banyak yatim di kota Depok yang dapat disantuni. Terima kasih banyak kepada segenap alumni dan donatur dari luar Big IPPOR, semoga ini menjadi ladang pahala dan membawa berkah untuk kita semua,” ujar Achmad Djazuli.
Big IPPOR dibentuk secara resmi pada 2018 sebagai forum silaturahmi alumni SD Pondok Cina 1. Saat ini, kepengurusan aktif didominasi angkatan 1982–1985, dengan Achmad Djazuli (angkatan 1982) sebagai ketua. Program Big IPPOR Peduli telah berjalan sejak 2016, menjadi wujud nyata dedikasi alumni terhadap guru dan generasi penerus di lingkungan sekolah.
SDN Pondok Cina 1, yang berdiri sejak 1946 di Jalan Margonda Raya, merupakan salah satu sekolah dasar tertua di Depok. Sekolah ini pernah menjadi pusat perhatian nasional pada akhir 2022 karena rencana penggusuran oleh Pemerintah Kota Depok untuk dialihfungsikan. Berkat perjuangan wali murid, dukungan Ombudsman RI, serta intervensi Pemerintah Provinsi Jawa Barat, rencana tersebut akhirnya dibatalkan pada awal 2023. Hingga kini, sekolah tetap bertahan sebagai simbol kemenangan masyarakat dalam menjaga akses pendidikan publik.
Kegiatan seperti ini tidak hanya meringankan beban ekonomi, tetapi juga mempererat ikatan emosional antaralumni, guru, dan siswa, sekaligus menjaga semangat gotong royong di tengah masyarakat Depok.

