JAKARTA, 15 Februari 2026 – Pelantikan pengurus Indonesian Association of British Alumni (IABA) 2025-2029 terbaru menjadi titik balik konsolidasi alumni Inggris Raya untuk memperkuat kontribusi strategis bagi pembangunan nasional di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
Agenda yang digelar pada 14 Februari 2026 di Gedung BRILian, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan dengan dihadiri ratusan alumni serta tokoh nasional yang pernah menempuh pendidikan di Britania Raya.
Ketua Umum IABA terpilih, Triono Junoasmono, memimpin langsung pembacaan ikrar jabatan di hadapan sekitar 140 pengurus dari berbagai universitas di Inggris, Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara sebagai simbol komitmen kolektif untuk memperkuat peran alumni di ruang publik dan kebijakan nasional.
Dihadiri Pejabat Tinggi Negara Alumni UK
Sejumlah pejabat tinggi negara tampak hadir dalam pelantikan tersebut, di antaranya Hakim Mahkamah Konstitusi Arsul Sani, Kepala Staf Kepresidenan M Qodari, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung, serta Duta Besar RI untuk Britania Raya Desra Percaya.
Kehadiran para pejabat ini menunjukkan kuatnya penetrasi alumni Inggris Raya di sektor pemerintahan, diplomasi, keuangan, hingga ekonomi kreatif yang kini dihimpun dalam satu wadah kolaboratif.
Dalam struktur organisasi, sejumlah tokoh nasional juga tercatat mengisi jajaran Dewan Kehormatan, Dewan Penasihat, Dewan Pakar, hingga Dewan Pengawas, termasuk Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono.
Sementara itu, Dewan Eksekutif IABA dipimpin oleh Triono Junoasmono sebagai Ketua Umum bersama Ifan Haryanto, Bagus Pratomo, Aldian Vounthougenerenth, dan Farhana Desfila.
Transisi Kepemimpinan dan Peran Caretaker
Kepengurusan definitif ini lahir melalui masa transisi yang tidak mudah karena adanya sejumlah kendala organisasi, namun tiga alumni UK yang bertindak sebagai caretaker yakni Basilio Araujo, Tahir Musa Luthfi Yazid, dan Suyanto Mahdiputra berperan membuka jalan kepengurusan baru sehingga proses konsolidasi dapat berjalan dengan baik.
Langkah transisi tersebut dinilai sebagai fondasi penting agar IABA mampu bergerak lebih solid dan terarah dalam menjalankan program strategis ke depan.
Kisah Perjuangan Alumni di Negeri Ratu Elizabeth
Dalam sesi sambutan, Kepala Staf Kepresidenan M Qodari berbagi pengalaman personalnya saat menempuh studi di University of Essex yang menjadi bagian dari perjalanan hidupnya hingga kini.
Dalam sambutannya, Qodari menceritakan pengalamannya saat kuliah di University of Essex ia menceritakan bagaimana untuk survive dan berbelanja Indomie di London.
Ia mengenang masa kuliahnya di University of Essex, dari berburu diskon sampai mencari Indomie di London demi menghemat pengeluaran.
Namun di balik kisah sederhana itu, ada pesan besar; perjuangan akademik dan adaptasi global membentuk karakter kepemimpinan.
“Perjalanan itu yang akhirnya mengantarkan kita berada di posisi sekarang. Karena itu alumni Inggris harus bersatu dan memberi dampak bagi negeri,” ujarnya.
Tiga Kekuatan Alumni Inggris
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan Brian Yuliarto menegaskan bahwa lulusan Inggris Raya memiliki karakter akademik yang kuat, perspektif global yang luas, serta jaringan internasional yang solid sehingga berpotensi besar memperkuat daya saing Indonesia.
Ia menyebut keunggulan tersebut perlu diintegrasikan dalam kebijakan pendidikan nasional dan diplomasi akademik agar Indonesia mampu mempercepat transformasi sumber daya manusia.
Selaras Agenda Presiden Prabowo
Semangat kolaborasi alumni Inggris Raya ini sejalan dengan agenda Presiden Prabowo Subianto yang mendorong peningkatan kerja sama perguruan tinggi Indonesia dengan institusi pendidikan di Inggris dalam bidang riset, inovasi, dan pengembangan talenta global.
IABA pun menyatakan kesiapan untuk menjadi jembatan kolaborasi lintas organisasi alumni, baik dari dalam maupun luar negeri, selama bertujuan mempercepat kemajuan bangsa.
Dengan kepengurusan baru yang lebih solid dan dukungan figur-figur strategis, IABA diharapkan tidak hanya menjadi forum silaturahmi alumni, tetapi juga pusat gagasan dan jejaring kebijakan yang mampu memberi dampak nyata bagi Indonesia.***