Ahli strategi Bloomberg Intelligence, Mike McGlone, melontarkan peringatan keras terhadap prospek Bitcoin. Ia menilai aset kripto terbesar di dunia itu berisiko terjun hingga 85% ke level US$10.000, di tengah apa yang ia sebut sebagai “gelembung yang mulai runtuh”.
Dalam sejumlah laporan dan unggahan terbarunya, McGlone menyebut level US$64.000 sebagai titik penopang (support) krusial. Jika level tersebut ditembus secara meyakinkan, ia memperkirakan efek domino dapat terjadi, memicu likuidasi besar-besaran di berbagai aset berisiko.
“Jika US$64.000 jebol, domino bisa mulai berjatuhan—dan pasar saham berpotensi menjadi korban berikutnya,” tulisnya pada 7 Februari.
Saat ini, Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$68.700, atau telah terkoreksi sekitar 45% dari puncaknya pada Oktober 2025 yang menyentuh sekitar US$126.000.
Arus Keluar ETF Percepat Tekanan
Sentimen negatif juga diperparah oleh arus keluar dana besar-besaran dari exchange-traded fund (ETF) berbasis Bitcoin. Sejak November 2025, investor dilaporkan telah menarik sekitar US$5,7 miliar dari ETF Bitcoin. Khusus Februari saja, arus keluar mencapai sekitar US$678 juta.
Fenomena ini menandai pembalikan tajam dari fase reli sebelumnya yang ditopang oleh arus masuk dana institusional. Secara keseluruhan, kapitalisasi pasar kripto global telah menyusut sekitar US$2 triliun sejak puncak harga Bitcoin Oktober lalu—menjadi salah satu penurunan nominal terbesar di luar bear market 2022.
Tekanan Deflasi dan “Ketakutan AI”
McGlone menilai pelemahan ini tak lepas dari perubahan lanskap makroekonomi. Ia menyebut kondisi saat ini sebagai “siklus deflasi pasca-inflasi”, di mana likuiditas yang sebelumnya mendorong reli aset spekulatif mulai mengering.
Ia juga menyinggung apa yang disebutnya sebagai “perdagangan ketakutan AI”—yakni pergeseran dana investor ke aset tradisional yang dianggap lebih aman, seiring meningkatnya ketidakpastian akibat disrupsi kecerdasan buatan.
“Mantra beli saat harga turun yang berlaku sejak 2008 mungkin sudah berakhir,” ujarnya, merujuk pada menurunnya selera risiko di pasar global.
Tidak Semua Sepakat
Meski demikian, rekam jejak McGlone dalam memprediksi Bitcoin terbilang beragam. Ia telah lama bersikap bearish terhadap kripto, namun tidak semua proyeksinya terealisasi.
Sebagian analis lain justru melihat indikasi pembentukan “dasar lokal” (local bottom), bukan awal dari penurunan lanjutan. Beberapa indikator teknikal menunjukkan Bitcoin berada pada level oversold ekstrem—kondisi yang jarang terjadi dalam satu dekade terakhir.
Untuk saat ini, Bitcoin masih bertahan di atas ambang US$64.000 yang disebut McGlone sebagai level krusial. Pasar pun berada di persimpangan: apakah ini fase kapitulasi sebelum pemulihan, atau hanya jeda sebelum koreksi yang lebih dalam?