JAKARTA — Kecoak kerap dianggap sebagai serangga menjijikkan yang identik dengan lingkungan kotor. Tidak sedikit orang langsung bereaksi panik saat melihatnya di rumah. Namun di balik citra buruk tersebut, kecoak ternyata memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
Sejumlah penelitian dan pendapat ahli menunjukkan, pembasmian kecoak secara berlebihan justru berpotensi menimbulkan dampak lingkungan yang tidak diinginkan.
Berikut lima alasan mengapa kecoak harus tetap ada di bumi berdasarkan penelitian dan unggahan Kompas:
1. Bermanfaat bagi Dunia Medis
Manfaat kecoak tidak berhenti di ekosistem. Dilansir dari Live Science, kecoak diketahui menghasilkan antibiotik alami untuk bertahan hidup di lingkungan yang penuh bakteri.
Ilmuwan mempelajari sistem ini sebagai potensi pengembangan obat untuk melawan bakteri kebal antibiotik. Selain itu, struktur kaki kecoak juga diteliti untuk pengembangan robot, prostetik, dan teknologi medis di masa depan.
Meski kerap dipandang sebelah mata, kecoak ternyata memiliki peran yang tidak tergantikan bagi alam dan ilmu pengetahuan. Tantangannya kini bukan sekadar membasmi, melainkan mengelola keberadaannya agar tidak mengganggu manusia tanpa merusak keseimbangan ekosistem.
2. Pendaur Ulang Alami yang Efisien
Dilansir dari Indiana Public Media, kecoak dikenal sebagai pendaur ulang alami yang sangat efisien. Serangga ini memakan tumbuhan mati, bangkai, serta berbagai limbah organik.
Melalui sistem pencernaannya, material tersebut diolah menjadi nutrisi yang kemudian dapat diserap kembali oleh tanah dan tanaman. Proses ini membantu mengurangi penumpukan sampah organik di alam.
3. Mayoritas Kecoak Tidak Hidup Berdampingan dengan Manusia
Faktanya, tidak semua kecoak hidup sebagai hama. Dari sekitar 4.500 spesies kecoak di dunia, hanya sekitar 0,3% yang hidup berdampingan dengan manusia dan sering ditemukan di permukiman.
Sisanya hidup di alam liar, seperti hutan, tanah, dan ekosistem alami lainnya, tanpa mengganggu manusia. Artinya, kecoak yang selama ini dibenci hanyalah sebagian kecil dari keseluruhan spesies yang ada.
4. Membantu Menyuburkan Tanah
Selain sebagai pembersih alami, kecoak turut berperan dalam menjaga siklus nitrogen. Mereka memakan bahan organik busuk yang kaya nitrogen, lalu mengembalikannya ke tanah melalui kotoran.
Proses ini membantu menyuburkan tanah, menjaga kesehatan hutan, serta mendukung kehidupan berbagai spesies tumbuhan dan hewan lain.
5. Perannya dalam Rantai Makanan
Keberadaan kecoak juga penting dalam menjaga rantai makanan. Profesor Srini Kambhampati dari University of Texas menjelaskan, membasmi kecoak dalam jumlah besar dapat mengganggu keseimbangan ekosistem.
Burung dan mamalia kecil yang menjadikan kecoak sebagai sumber makanan akan kehilangan pasokan pakan. Akibatnya, hewan-hewan tersebut bisa lebih sering mendekati permukiman manusia.