PAPUA – Kementerian Perhubungan menutup sementara operasional 11 bandara perintis di wilayah Papua. Kebijakan ini diambil sebagai respons langsung atas serangan bersenjata terhadap pesawat Smart Air di Bandara Koroway Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, pada Rabu, 11 Februari 2026.
Penutupan bertujuan memastikan keselamatan penerbangan di tengah eskalasi ancaman keamanan di sejumlah distrik rawan. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa, menyatakan langkah tersebut diperlukan untuk mengantisipasi risiko lebih lanjut.
“Kegiatan operasional pada bandara-bandara tersebut akan dibuka kembali setelah mendapat pengamanan dari aparat TNI/Polri dan kondisi keamanan dinyatakan kondusif serta memenuhi standar keselamatan penerbangan,” ujar Lukman di Jakarta, Senin (16/2/2026).
Insiden tragis itu terjadi ketika pesawat Cessna Grand Caravan PK-SNR milik PT Smart Cakrawala Aviation (Smart Air) mendarat di Bandara Koroway Batu sekitar pukul 11.05 WIT, setelah lepas landas dari Tanah Merah pukul 10.37 WIT. Pesawat mengangkut 15 orang, terdiri atas dua awak kabin dan 13 penumpang. Sesaat setelah mendarat, pesawat diserang tembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Kedua pilot tewas di tempat, sementara seluruh penumpang berhasil menyelamatkan diri dengan berlari ke area sekitar bandara.
Insiden ini memicu peningkatan status kewaspadaan penerbangan di wilayah tersebut. Lukman menekankan pentingnya koordinasi intensif dengan operator maskapai untuk memperkuat pengamanan.
“Maskapai perintis diberikan keleluasaan untuk menilai kondisi keamanan di lapangan, termasuk menghentikan penerbangan tanpa dikenai sanksi, guna mencegah kejadian serupa terulang,” katanya.
Ia menegaskan bahwa penerbangan perintis menjadi tulang punggung akses masyarakat Papua terhadap layanan kesehatan, pendidikan, distribusi logistik, serta mobilitas di daerah terpencil. “Karena itu, aspek keselamatan dan keamanannya harus menjadi prioritas,” ujarnya.
Daftar 11 bandara yang ditutup sementara meliputi Satpel Bandar Udara Koroway Batu, Bandara Bomakia, Satpel Yaniruma, Satpel Manggelum, Lapangan Terbang (Lapter) Kapiraya, Lapter Iwur, Lapter Faowi, Lapter Dagai, Lapter Aboi, Lapter Teraplu, dan Lapter Beoga.
Sementara itu, operasional tetap berlangsung di lima bandara lain yang dinilai lebih terkendali dan telah mendapat pengamanan ketat dari TNI-Polri, yakni Bandara Kiwirok, Bandara Moanamani, Satpel Sinak, Satpel Agandugume, dan Bandara Illu.
Di lapangan, situasi Koroway Batu dilaporkan relatif terkendali pasca-insiden. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menyatakan aparat telah menguasai wilayah.
“Puji Tuhan, situasi di sana relatif sudah bisa dikendalikan,” kata Johnny.
Personel Operasi Damai Cartenz bersama Polda Papua kini ditempatkan di sekitar bandara untuk mencegah gangguan berulang. Sebelumnya, wilayah tersebut tidak termasuk zona operasi karena dianggap aman, namun statusnya berubah setelah serangan.
Satgas Operasi Damai Cartenz telah menangkap empat anggota KKB di Yahukimo, Papua Pegunungan. Dua di antaranya, berinisial GW dan EH, diduga terlibat langsung dalam penembakan. Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Yusuf Sutejo, menyebut sekitar 20 orang terlibat dalam aksi tersebut. Pelaku diduga menggunakan tiga hingga empat senjata api laras panjang serta senjata tajam seperti tombak, panah, dan parang. Aparat masih memburu anggota lain yang melarikan diri.
Kepala Satgas Operasi Damai Cartenz, Brigjen Faizal Ramadhani, menegaskan komitmen aparat dalam melindungi warga sipil. “Penegakan hukum dilakukan secara profesional, terukur, dan berbasis alat bukti. Negara tidak boleh kalah oleh teror,” tegasnya.
Pengamat intelijen dan terorisme, Stanislaus Riyanta, menilai penyelesaian konflik di Papua memerlukan pendekatan holistik. “Persoalan di Papua tidak dapat dilihat semata dari aspek keamanan. Pemerintah juga perlu mengintensifkan dialog dengan masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup warga secara paralel dengan penguatan keamanan. Terhadap kelompok bersenjata yang melakukan kekerasan dan menimbulkan korban sipil, pemerintah tentu dapat bertindak tegas sesuai hukum,” ujarnya.
Penutupan bandara ini berdampak signifikan terhadap akses masyarakat di wilayah terisolasi. Pemulihan operasional diharapkan dapat dilakukan secepat mungkin setelah pengamanan dinilai memadai.