JAKARTA – Tradisi Meugang di Aceh kembali terasa semarak setelah Presiden Prabowo Subianto mengirimkan sedekah sapi bagi masyarakat Aceh Utara untuk menyambut Ramadan dengan penuh sukacita.
Kehadiran bantuan pribadi dari Presiden ini menjadi penguat bagi warga yang baru saja melalui masa sulit akibat bencana alam pada November 2025 lalu.
“Sedekah dari Presiden Prabowo sangat menyenangkan hati karena (kami) sedang dalam keadaan musibah kayak ini. Hari Meugang kami sangat meriah seperti-seperti yang dulu,” ujar seorang warga Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, Selasa (17/2).
Sejak pagi, warga tampak sibuk menyiapkan Kuah Beulangong — gulai khas Aceh yang menjadi simbol kebersamaan di setiap perayaan Meugang. Daging sapi dari sedekah Prabowo disalurkan ke warga oleh relawan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) bersama beberapa kelompok relawan lainnya.
Wajan besar dipasang di atas tungku kayu bakar, sementara nasi dimasak dalam jumlah besar agar seluruh warga bisa menikmati hidangan istimewa ini bersama-sama.
Bahan utama Kuah Beulangong, yakni daging leumo atau sapi, menjadi lambang kebersamaan dan rasa syukur masyarakat Aceh dalam menyambut Ramadan kali ini.
“Orang Aceh bilang ini Kuah Beulangong. Itu sudah puas sekali karena ini tradisi yang paling diutamakan kalau di Aceh ini,” tuturnya.
Begitu masakan matang, aroma rempah dan daging berpadu di udara, menambah semangat warga yang berbondong-bondong menikmati suapan pertama kuah yang masih mengepul hangat.
Meski sebagian wilayah masih dalam masa pemulihan, semangat masyarakat untuk mempertahankan tradisi Meugang tak luntur. Mereka mengaku terharu atas perhatian sang Presiden.
“Sangat menyenangkan hati. Kami tidak sanggup membalas kekasihannya. Hanya kami serah kepada Allah SWT,” ucap warga tersebut.
Selain sedekah sapi yang dibagikan langsung kepada masyarakat, Presiden Prabowo juga menyalurkan bantuan sosial senilai Rp72,5 miliar untuk mendukung pelaksanaan tradisi Meugang di Aceh yang terdampak bencana.
Sebanyak 1.455 ekor sapi diserahkan secara simbolis kepada 19 pemerintah kabupaten/kota oleh Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, pada 10 Februari lalu.
Bantuan ini menjadi bentuk nyata kepedulian Presiden terhadap keberlangsungan budaya Aceh sekaligus pengingat bahwa solidaritas dan tradisi tak boleh pudar, bahkan di tengah proses pemulihan pascabencana.***