JAKARTA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memperkuat komitmennya membangun ekosistem pendidikan unggul berbasis sains dan teknologi melalui peluncuran program SMA Unggul Garuda Baru.
Sekolah ini menjadi model pendidikan rintisan yang menggabungkan kualitas akademik global dan semangat pemerataan akses di berbagai daerah Indonesia.
Melalui Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi (Ditjen Saintek), pemerintah kini membuka seleksi bagi Guru, Tenaga Kependidikan, serta peserta didik dari seluruh Indonesia melalui skema Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026/2027.
Dirjen Saintek, Ahmad Najib Burhani, menegaskan bahwa SMA Unggul Garuda lahir dari upaya memfasilitasi anak-anak berprestasi tinggi yang sering luput dari perhatian sistem pendidikan konvensional.
“Sebanyak 1% yang sering terlewatkan adalah anak-anak pintar, berpotensi sangat tinggi, tetapi belum bisa berkembang maksimal karena berbagai keterbatasan finansial. Ini salah satu filosofi dibentuknya Sekolah Garuda,” ujar Najib.
Pemerataan Pendidikan dan Penguatan STEM
Dirjen Najib menjelaskan bahwa SMA Unggul Garuda menjadi langkah strategis menuju pemerataan mutu pendidikan nasional.
Tidak dibangun di Pulau Jawa, sekolah ini hadir di wilayah dengan potensi besar namun masih menghadapi kesenjangan akses pendidikan.
“Sekolah ini tidak dibangun di Pulau Jawa, melainkan ditempatkan di wilayah yang memiliki potensi besar namun masih menghadapi tantangan dalam akses serta percepatan pembangunan pendidikan.”
“Kita yakin banyak potensi di daerah yang tidak kalah dengan yang ada di Jawa,” tegas Najib.
Inisiatif ini juga menonjolkan fokus pada bidang STEM (Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika) untuk memperkuat kapasitas talenta nasional di sektor industri masa depan.
Najib menambahkan, para siswa SMA Unggul Garuda akan dibentuk menjadi pribadi berkarakter dan cinta tanah air.
“Talenta terbaik ini akan dididik dengan karakter, kecintaan terhadap Indonesia, dan menjadi Agent of Change,” ujar Dirjen Najib.
Jadwal Rekrutmen dan Beasiswa Penuh
Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif (SSPT), Ardi Findyartini, menjelaskan bahwa seluruh proses rekrutmen dilaksanakan secara transparan dengan tata kelola akuntabel.
Ardi, yang akrab disapa Titin, menyebut bahwa pembelajaran SMA Unggul Garuda akan dikembangkan dengan empat kurikulum utama, yaitu: kurikulum STEM, kurikulum nasional, kurikulum karakter di sekolah berasrama, serta kurikulum internasional.
“Akan ada empat kurikulum yang akan digunakan, diantaranya kurikulum penguatan STEM, kurikulum nasional, kurikulum pengembangan karakter peserta didik di sekolah berasrama, kurikulum Internasional,” ujar Direktur Titin.
Pada tahun pertama, seluruh siswa akan memperoleh beasiswa penuh, mencakup biaya pendidikan dan biaya hidup di asrama.
Lulusan sekolah ini juga berpeluang melanjutkan studi ke universitas terbaik dunia melalui Beasiswa Garuda, yang kini memperluas kriteria seleksi.
“Program ini akan memberikan kesempatan kepada talenta terbaik, baik yang berada di Sekolah Umum maupun Sekolah Garuda untuk berkompetisi dan berkuliah sarjana di Luar Negeri,” papar Direktur Titin.
Kebutuhan Guru dan Lokasi Sekolah
Untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan, Ditjen Saintek membuka rekrutmen 96 PPPK Guru, 96 Tenaga Kependidikan, 4 Kepala Sekolah, dan 16 Wakil Kepala Sekolah.
- Pendaftaran GTK (Guru dan Kepala Sekolah): dibuka 2 Februari 2026
- PPDB SMA Unggul Garuda Baru: dibuka 5 Februari 2026
- Rekrutmen Tenaga Kependidikan: dimulai 20 Februari 2026
Sebanyak 640 siswa akan diterima pada empat lokasi yang siap beroperasi pada Juni 2026, yakni Belitung Timur, Soe, Konawe Selatan, dan Bulungan.
Proyek pendidikan ini juga tengah diperluas ke Rejang Lebong, Manokwari, dan Mempawah.***