JAKARTA – Pendaftaran SMA Unggul Garuda Baru tahun ajaran 2026/2027 resmi dibuka dan menjadi kabar besar bagi siswa berprestasi yang membidik beasiswa luar negeri melalui skema pendanaan negara.
Program ini tidak sekadar menawarkan pendidikan menengah unggulan, tetapi juga menyiapkan ekosistem pembinaan terintegrasi hingga akses beasiswa S1 ke kampus-kampus top dunia melalui dukungan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Skema tersebut menjadi strategi pemerintah memperkuat kualitas talenta muda Indonesia sejak bangku sekolah dengan jalur pembinaan akademik yang terarah, terukur, dan berorientasi global.
Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek, Ahmad Najib Burhani, menjelaskan bahwa SMA Unggul Garuda Baru akan terhubung langsung dengan program Beasiswa Garuda yang didanai LPDP.
Agenda tersebut disampaikan dalam kegiatan Ngopi Bareng: Seleksi PPDB dan Rekrutmen Guru dan Tendik SMA Unggul Garuda Baru di Graha Diktisaintek, Jakarta, Rabu (18/2/2026).
“Memfasilitasi anak-anak kita untuk melanjutkan ke perguruan tinggi terbaik yang ada di dunia. Tidak hanya Amerika, tetapi juga di Eropa, di Asia, Jepang, Singapura, China, dan juga di Australia,” ujarnya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Kamis, 19 Februari 2026.
Skema Kembali ke Indonesia dan Opsi Riset Lanjutan
Najib menegaskan bahwa skema beasiswa tetap mengikuti aturan pendanaan LPDP yang mewajibkan kontribusi ke Tanah Air setelah studi rampung.
“Sama seperti beasiswa lainnya, misal LPDP, karena ini penggunaannya dari LPDP, itu ada namanya perjanjian untuk kemudian kembali,” kata Najib.
Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformasi Kemdiktisaintek, Ardi Findyartini, menambahkan adanya mekanisme Giving Back selama dua tahun.
“Kita akan memfasilitas untuk nanti hilirisasinya seperti apa. Industri dan berbagai bidang yang memerlukan keahlian lulusan ini,” ujarnya.
Meski demikian, penerima beasiswa tetap diberi ruang untuk melanjutkan studi atau riset di luar negeri apabila memperoleh peluang akademik lanjutan, sehingga skema kembali ke Indonesia diposisikan sebagai opsi kontribusi utama namun bukan satu-satunya jalur pengabdian.
Syarat Umum PPDB SMA Unggul Garuda Baru 2026
- Calon peserta didik wajib berstatus Warga Negara Indonesia
- Duduk di kelas 9 SMP/MTs/sederajat pada tahun berjalan.
- Usia maksimal pendaftar adalah 21 tahun per 1 Juli 2026.
- Prioritas diberikan kepada siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu secara ekonomi.
- Peserta wajib bersedia ditempatkan di lokasi SMA Unggul Garuda Baru serta tinggal di asrama selama masa pendidikan.
- Seluruh siswa juga harus siap mengikuti program pengembangan diri yang telah dirancang secara komprehensif.
Syarat Khusus Akademik
Calon siswa harus memiliki nilai minimal 85 untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika pada semester 1 hingga 5.
Prestasi akademik di bidang STEM yang telah dikurasi Puspresnas dan tercatat dalam SIMT menjadi nilai tambah meski bersifat opsional.
Jadwal Lengkap Seleksi 2026
Pendaftaran dibuka pada 5–28 Februari 2026.
- Seleksi tahap II berupa Tes Potensi Akademik dan Tes Akademik Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika dijadwalkan pada pekan III Maret 2026.
- Seleksi tahap III berupa wawancara berlangsung pada pekan IV Maret 2026.
- Tes kesehatan sebagai tahap IV digelar pada pekan I April 2026.
- Rekapitulasi hasil dan pengumuman seleksi diumumkan pada pekan I Mei 2026.
- Orientasi peserta didik baru dijadwalkan pada pekan III Mei 2026.
Program SMA Unggul Garuda Baru menjadi bagian dari strategi besar pemerintah membangun jalur percepatan talenta nasional yang terhubung langsung dengan beasiswa luar negeri berbasis pendanaan negara dan orientasi hilirisasi keahlian di dalam negeri.***