JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pertemuan perdana Dewan Perdamaian Dunia (Board of Peace) akan memusatkan perhatian penuh pada upaya mewujudkan perdamaian di Gaza.
Dalam pidatonya di Business Summit yang berlangsung di US Chamber of Commerce, Washington D.C., Amerika Serikat, Rabu (18/2/2026) waktu setempat, Presiden menyampaikan pentingnya pertemuan tersebut bagi arah diplomasi global Indonesia.
“Saya berada di sini atas undangan Presiden Amerika Serikat (AS) untuk menghadiri pertemuan Board of Peace yang sangat penting,” tegasnya.”
“Pertemuan resmi pertama dari Board of Peace untuk membahas implementasi dan kelanjutan gencatan senjata di Gaza.”
Prabowo menegaskan, Indonesia terus berperan aktif dalam memperjuangkan solusi damai dan permanen atas konflik berkepanjangan di Palestina.
“Kami terus berupaya melakukan itu,” ujarnya.
Kepala Negara juga menyoroti bahwa arah diplomasi Indonesia tetap berpegang pada prinsip bebas aktif—tidak berpihak pada blok kekuatan mana pun, tetapi tetap berkontribusi dalam menjaga kestabilan dan perdamaian global.
“Kami melanjutkan kebijakan luar negeri nonblok, menghormati semua kekuatan besar,” kata Prabowo.
“Saya menyatakan tekad untuk menjalankan kebijakan ‘Good Neighbor Policy’.”
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Sugiono melanjutkan langkah diplomatik dengan bertemu Wakil Tetap Palestina untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Riyad Mansour, di New York, Senin (16/2/2026).
Pertemuan tersebut membahas kolaborasi strategis dan dukungan Indonesia terhadap perjuangan Palestina.
Sugiono menegaskan kembali komitmen Indonesia terhadap perdamaian yang adil dan berkelanjutan, serta pentingnya penerapan solusi dua negara.
“Partisipasi Presiden Indonesia bertujuan memastikan setiap keputusan yang diambil selaras dengan Piagam PBB,” ujarnya.
Ia menambahkan, langkah ini juga diharapkan membuka ruang bagi penguatan kerja sama multilateral menuju perdamaian abadi di Timur Tengah.***