JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia mulai menyalurkan bantuan 100 ton kurma dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi menjelang Ramadan 1447 Hijriah.
Penyerahan simbolis bantuan tersebut dilakukan oleh Duta Besar Arab Saudi pada 11 Februari 2026 di Jakarta sebagai bagian dari kerja sama bilateral di bidang sosial-keagamaan.
Kepala Biro Umum Kemenag, Aceng Abdul Azis, menyebut penerbitan Surat Edaran Sekjen Kemenag menjadi dasar pelaksanaan distribusi agar penyaluran berlangsung tertib, terukur, dan akuntabel di seluruh wilayah Indonesia.
“Kurma bantuan dari Arab Saudi akan didistribusikan pada Ramadan 1447 H. Dari 100 ton yang diberikan, sebanyak 10 ton didistribusikan oleh Kedutaan Besar Kerajaan Arab Saudi di Jakarta,” terang Aceng Abdul Azis di Jakarta, Rabu (18/2/2026).
Ia menjelaskan, program ini tidak hanya melibatkan Kemenag, tetapi juga berkolaborasi dengan DPR, DPD, serta sejumlah lembaga keagamaan dan media.
Selain itu, kurma tersebut akan dibagikan kepada pesantren, masjid, musala, organisasi masyarakat Islam, dan kalangan jurnalis agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas.
“Sehingga penerima sebagian besar juga melakukan peran penyaluran atau redistribusi,” katanya.
Aceng menegaskan bahwa proses distribusi dilakukan berlandaskan prinsip transparansi, akuntabilitas, pemerataan, serta ketepatan sasaran agar bantuan benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
“Alangkah eloknya jika 100 ton bisa sampai ke umat. Tapi rasanya belum cukup. Namun sebagai amanah, kurma bantuan ini akan segera kami bagikan sesuai target,” sebut Aceng Abdul Azis.
Ia menambahkan, Kemenag menerapkan kebijakan zero waste distribution policy agar seluruh bantuan dapat tersalurkan tanpa sisa selama Ramadan 2026.
“Kurma ini didistribusikan sampai habis, tanpa sisa atau zero waste distribution policy di Ramadan 2026,” tandasnya.***