JAKARTA – Setiap tanggal 20 Februari menyimpan catatan penting dalam sejarah dunia dan Indonesia, mulai dari kelahiran pemimpin kerajaan hingga bencana alam mematikan. Salah satunya adalah tragedi gas beracun di Dataran Tinggi Dieng pada 1979 yang merenggut 149 nyawa, sebagai pengingat akan bahaya aktivitas vulkanik. Berikut rangkuman kejadian kunci dari berbagai era, dirangkum dari sumber terpercaya pada Jumat (20/2/2026).
Kelahiran Sri Sultan Hamengkubuwana III (1769)
Pada 20 Februari 1769, lahir Raden Mas Surojo, yang kelak menjadi raja Kesultanan Yogyakarta. Putra Hamengkubuwana II ini wafat pada usia 45 tahun di Yogyakarta pada 3 November 1814. Ia naik takhta dalam dua masa jabatan singkat: 1810-1811 dan 1812-1814.
Awal pemerintahannya diwarnai konflik politik. Pada Desember 1810, pasukan Belanda menyerbu Keraton Yogyakarta menyusul perseteruan antara Hamengkubuwana II dan Gubernur Jenderal Herman Daendels. Hamengkubuwana II digulingkan paksa setelah pemberontakan Raden Ronggo, dan Raden Mas Surojo ditobatkan sebagai Hamengkubuwana III dengan status regent (wakil raja). Pangeran Notokusumo, saudara Hamengkubuwana II, ditangkap dan ditahan di Cirebon.
Inovasi Militer dalam Perang Saudara Amerika (1864)
Tahun 1864 menjadi puncak Perang Saudara Amerika (1861-1865), konflik yang merevolusi taktik perang modern melalui pendekatan industri. Produksi massal mulai mendominasi, termasuk rel kereta api, kapal uap, dan peralatan militer.
Strategi “perang total” ala Jenderal William Tecumseh Sherman di Georgia dan pertahanan parit di Petersburg, Virginia, menjadi inspirasi bagi operasi militer di Perang Dunia I. Pendekatan ini menekankan penghancuran infrastruktur musuh secara menyeluruh, mengubah paradigma konflik dari pertempuran konvensional menjadi perang ekonomi dan logistik.
Pertemuan Rahasia Adolf Hitler dengan Industrialis Jerman (1933)
Di Jerman, 20 Februari 1933 menandai titik balik bagi Partai Nazi. Adolf Hitler menggelar rapat tertutup dengan para pemimpin industri untuk menggalang dana kampanye pemilu. Langkah ini memperkuat posisi Nazi dalam perebutan kekuasaan, menyusul krisis ekonomi pasca-Perang Dunia I yang membuat sektor bisnis rentan terhadap pengaruh politik ekstrem.
Tragedi Gempa dan Gas Beracun di Dataran Tinggi Dieng (1979)
Bencana alam dahsyat terjadi di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah, pada 20 Februari 1979. Sebanyak 149 orang meninggal akibat gempa disertai pelepasan gas beracun. Wilayah ini merupakan kaldera vulkanik raksasa, mirip dengan Yellowstone atau Dataran Tinggi Tengger, dengan gunung-gunung sebagai pinggirannya.
Aktivitas bawah tanah yang intens menghasilkan kawah-kawah yang melepaskan gas, uap, dan material berbahaya. Kejadian Kawah Sinila pada tahun itu menunjukkan risiko tinggi bagi warga, termasuk potensi gempa susulan, letusan lumpur, longsor, dan banjir bandang. Insiden ini mendorong peningkatan pemantauan vulkanik untuk mencegah tragedi serupa di masa depan.
Peristiwa-peristiwa ini tidak hanya membentuk sejarah, tetapi juga memberikan pelajaran penting tentang kepemimpinan, inovasi perang, manipulasi politik, dan kewaspadaan terhadap alam. Pantau terus rangkuman sejarah harian untuk insight lebih mendalam.