JAKARTA — Kata passion hari ini sering kali digunakan terutama oleh Gen Z, terutama pada konteks peminatan seseorang. Kata tersebut kerap diartikan sebagai semangat, minat besar, atau kecintaan mendalam terhadap suatu bidang. Istilah ini tidak jarang digunakan dalam dunia kerja, pendidikan, hingga pengembangan diri. Namun, di balik penggunaannya yang populer, kata tersebut memiliki makna asli yang jauh berbeda dari pengertian modern yang umum dipahami masyarakat saat ini.
Asal Kata Passion
Secara etimologis, kata passion berasal dari bahasa Latin passio, yang berarti penderitaan, rasa sakit, atau sesuatu yang dialami secara emosional dan mendalam. Akar katanya, pati, merujuk pada tindakan menderita atau menanggung beban. Dalam konteks sejarah dan keagamaan, kata tersebut digunakan untuk menggambarkan pengalaman penderitaan yang ekstrem, bukan perasaan bahagia atau kesenangan pribadi.
Makna tersebut menunjukkan bahwa passion sejak awal tidak berkaitan dengan hobi atau ketertarikan ringan. Sebaliknya, kata ini menggambarkan kondisi ketika seseorang terikat secara emosional pada suatu pengalaman yang kuat, bahkan menyakitkan. Pemaknaan ini bertahan selama berabad-abad sebelum akhirnya mengalami pergeseran seiring perkembangan bahasa dan budaya.
Passion dalam Era Modern
Memasuki era modern, terutama dalam bahasa Inggris dan wacana populer, makna passion berubah secara signifikan. Istilah ini mulai digunakan untuk menyebut dorongan batin yang kuat terhadap suatu aktivitas, profesi, atau tujuan hidup. Dalam konteks ini, kata tersebut diasosiasikan dengan antusiasme, dedikasi, dan kecintaan mendalam yang mendorong seseorang untuk terus berusaha meski menghadapi kesulitan.
Meski mengalami pergeseran makna, jejak arti aslinya masih dapat ditemukan dalam praktik sehari-hari. Banyak orang yang mengejar passion justru menghadapi tekanan, kelelahan, bahkan pengorbanan besar. Hal ini menunjukkan bahwa kata tersebut tidak selalu identik dengan kebahagiaan instan, melainkan dengan komitmen jangka panjang yang menuntut ketahanan emosional.
Pemahaman terhadap makna asli passion penting agar masyarakat tidak memaknainya secara simplistis. Berdasarkan etimologinya kata tersebut dapat dilihat bukan sekadar sebagai sesuatu yang menyenangkan, tetapi sebagai panggilan batin yang sering kali menuntut perjuangan.