JAKARTA — Bagi mahasiswa, membaca jurnal akademik sering kali terasa berat, apalagi ketika tenggat waktu tugas atau skripsi sudah mepet. Dalam keadaan seperti ini, kemampuan membaca jurnal ilmiah secara cepat dan mendalam sangat penting untuk menghasilkan karya tulis yang berkualitas. Dengan teknik yang tepat, mahasiswa bisa menghemat waktu tanpa mengorbankan pemahaman.
Berikut lima tips praktis yang bisa langsung diterapkan oleh mahasiswa:
1. Manfaatkanlah Abstrak
Abstrak merupakan bagian tulisan dari jurnal akademik yang merangkum seluruh bagian pembahasan dari keseluruhan jurnal. Pada abstrak termuat berbagai informasi mengenai latar belakang penelitian, urgensi masalah, rumusan masalah, metode penelitian, serta hasil dan pembahasan yang ditulis secara singkat. Ringkasan informasi pada abstrak dapat membantu mahasiswa untuk mengetahui lebih mudah apakah jurnal akademik yang dibaca adalah jurnal yang diperlukan atau tidak.
2. Tanamkan Satu Pertanyaan Utama dalam Pikiran
Sebelum membaca, tetapkan satu pertanyaan sederhana: Apa yang ingin dibuktikan atau dijawab oleh penulis? Pertanyaan ini menjadi panduan sepanjang proses membaca. Dengan demikian, mahasiswa tidak perlu membaca setiap paragraf secara utuh, melainkan cukup fokus pada bagian-bagian yang menjawab pertanyaan tersebut. Teknik ini membantu otak menyaring informasi penting dan mengabaikan detail pendukung yang kurang esensial.
3. Baca Metode Secara Sekilas Saja
Bagian metodologi sering membuat mahasiswa terjebak lama karena penuh istilah teknis dan angka. Pada bagian metode, cukup pahami gambaran besarnya saja, seperti jenis penelitian, jumlah sampel atau responden, serta teknik pengumpulan dan analisis data. Detail rumus statistik atau prosedur langkah demi langkah bisa dilewati pada pembacaan pertama.
4. Prioritaskan Hasil dan Pembahasan
Bagian hasil dan pembahasan adalah inti dari sebuah jurnal akademik. Langsung loncat ke sini setelah memahami tujuan dari penelitian yang dibaca. Perhatikan tabel, grafik, dan diagram karena sering kali menyajikan temuan utama secara visual. Bacalah kalimat pertama dan terakhir setiap paragraf, karena biasanya berisi poin penting dan kesimpulan parsial. Cara ini memungkinkan mahasiswa menangkap esensi penelitian tanpa harus membaca seluruh narasi angka demi angka.
5. Ringkas dalam Tiga Poin Setelah Selesai
Kebiasaan baik yang sering diabaikan adalah merangkum setelah membaca. Tulis tiga poin utama: tujuan penelitian, temuan utama, dan relevansi dengan topik yang ingin mahasiswa teliti. Jika mahasiswa mampu merangkum dengan jelas dan singkat, itu tandanya pemahaman sudah cukup kuat. Ringkasan ini juga berguna sebagai catatan cepat saat menyusun daftar pustaka atau kutipan di tugas akhir.