Max Verstappen, pembalap yang selama ini dikenal sebagai “mesin pemenang”, secara mengejutkan mengungkapkan bahwa akhir perjalanannya di Formula 1 mungkin jauh lebih dekat daripada yang diperkirakan banyak orang.
Dalam wawancara mendalam di podcast Up To Speed bersama Naomi Schiff dan David Coulthard (18/2), pembalap berusia 28 tahun ini melontarkan pernyataan jujur yang mengguncang paddock. Sejak menjadi ayah dari putrinya, Lily, pada April 2025, perspektif Verstappen tentang kemenangan telah bergeser total.
“Siapa yang peduli saat kamu berusia 60 atau 70 tahun apakah kamu punya empat gelar atau sepuluh? Kamu sudah menua,” ujar Verstappen retoris. “Saya lebih memilih menghabiskan waktu bersama keluarga dan benar-benar menikmati hidup bersama mereka sebelum semuanya terlambat.”
Bagi Verstappen, berkeliling dunia 24 kali setahun hanya untuk mengejar angka di atas kertas bukan lagi prioritas utamanya. “Kamu hanya hidup sekali, dan saya tidak ingin menghabiskan 25 tahun hidup saya hanya untuk memacu mobil.”
Kritik Keras pada Regulasi 2026
Faktor lain yang mendorong Verstappen ke pintu keluar adalah regulasi teknis baru F1 2026. Sebagai seorang penggila balap murni (purist), ia tidak menyukai pergeseran ke arah tenaga listrik yang dominan. Secara blak-blakan, ia menyebut mobil masa depan F1 tak ubahnya seperti “Formula E yang memakai steroid.”
Meskipun terikat kontrak dengan Red Bull hingga 2028, Verstappen memberikan syarat tegas: jika ia sudah tidak menikmati olahraga ini di bawah aturan baru, ia tidak ragu untuk berhenti.
Respons Dingin dari Lando Norris
Komentar melankolis Verstappen ini rupanya tidak mendapat simpati dari rival beratnya sekaligus juara dunia bertahan, Lando Norris. Norris memberikan respons yang sangat tajam dan pragmatis.
“Kalau dia mau pensiun, ya pensiun saja,” cetus Norris kepada media. “Kita dibayar sangat mahal untuk balapan, jadi sebenarnya tidak bisa mengeluh. Tidak ada yang memaksa dia untuk tetap di sini.”
Namun, bagi para penggemar fanatik Verstappen, pensiun dari F1 bukan berarti ia akan berhenti menginjak pedal gas. Ia mempertegas bahwa hasrat balapnya tetap membara, namun di lintasan yang berbeda.
Verstappen mengisyaratkan ketertarikannya pada balap ketahanan seperti Le Mans dan bahkan membuka peluang untuk berduet dengan legenda Fernando Alonso.
“Saya akan balapan di tempat lain,” tutupnya, memberikan jaminan bahwa meski panggung F1 mungkin segera ia tinggalkan, aksinya di dunia balap belum benar-benar berakhir.