Drama di lintasan Bahrain ternyata tidak hanya soal kecepatan, tapi juga soal permainan mental. Juara dunia bertahan, Lando Norris, akhirnya menjilat ludahnya sendiri. Setelah sempat memuji mobil Formula 1 2026 setinggi langit, pembalap McLaren ini mengaku bahwa semua pujian itu hanyalah “eksperimen sosial” untuk memancing reaksi para rival.
Pengakuan Mengejutkan di Bahrain
Setelah memuncaki sesi pembukaan pada hari kedua tes pra-musim di Bahrain (19/2/2026), Norris mengungkapkan kebenaran di balik komentarnya minggu lalu. Jika sebelumnya ia menyebut mesin 2026 “sangat menyenangkan”, kini ia mengakui itu hanya langkah taktis.
“Saya hanya ingin melihat reaksi semua orang; jujur saja, itu cukup menghibur,” ujar Norris sambil terkekeh sebagaimana dilansir Crash.net. Namun, di balik tawanya, terselip kejujuran yang pahit: “Tapi faktanya, mobil-mobil ini sekarang sangat berbeda.”
Satu Suara dengan Max Verstappen
Perubahan sikap Norris ini merupakan “kemenangan moral” bagi Max Verstappen. Sebelumnya, Verstappen secara vokal menghujat regulasi 2026 sebagai konsep “anti-balap” dan menyamakan jet darat masa depan tersebut dengan “Formula E yang memakai steroid” karena ketergantungan ekstrem pada baterai.
Norris, yang sempat terlihat berseberangan dengan Verstappen, kini terang-terangan memberikan dukungannya. “Apakah mobil-mobil ini semenyenangkan tahun lalu? Sama sekali tidak,” tegas Norris. “Saya setuju dengan banyak komentar Max; bahkan mungkin sebagian besar komentarnya saya setujui.”
Tantangan Manajemen Energi yang Membosankan?
Inti dari kegelisahan kedua juara dunia ini adalah perombakan total pada unit tenaga. Dengan pembagian tenaga baterai dan mesin bensin yang kini hampir 50-50, output listrik melonjak drastis dari 130kW menjadi 350kW.
Konsekuensinya, pembalap tidak lagi bisa memacu mobil secara “brutal” sepanjang lap. Mereka dipaksa melakukan teknik lift-and-coast (mepas gas dan meluncur) bahkan saat kualifikasi demi menjaga daya baterai—sebuah metode yang dianggap mengurangi esensi murni dari balapan kasta tertinggi di dunia.
Meski kecewa dengan arah regulasi baru, Norris menegaskan ia tidak akan mengikuti jejak Verstappen yang mengancam akan pensiun dini. “Apakah masih menantang dan menyenangkan di luar sana? Ya. Saya jelas tidak akan mengganti pekerjaan saya dengan yang lain,” pungkasnya.