Dua raksasa makanan dunia, Nestlé dan Danone, kini tengah berada di bawah radar tajam investor dan otoritas hukum. Pekan ini, saat mempresentasikan hasil tahunan, keduanya dipaksa menguraikan dampak finansial dari penarikan produk susu formula bayi terbesar dalam sejarah mereka akibat kontaminasi bakteri berbahaya.
CFO Nestlé mengonfirmasi bahwa dampak satu kali akibat pengembalian barang dan kekurangan stok pada kuartal pertama 2026 diperkirakan mencapai CHF 200 juta (sekitar Rp3,57 triliun). Meski raksasa Swiss ini membukukan pendapatan total sebesar CHF 89,49 miliar (sekitar Rp1.597 triliun), penarikan produk ini diprediksi akan memangkas pertumbuhan organik mereka hingga 20 basis poin.
Analis dari Jefferies, David Hayes, bahkan memprediksi bahwa total paparan risiko hukum dan operasional Nestlé bisa membengkak hingga €1,6 miliar (sekitar Rp27 triliun).
Cereulide: Racun dari Tiongkok yang Mengguncang Dunia
Petaka ini bermula pada Desember 2025, ketika ditemukan kandungan cereulide—toksin tahan panas dari bakteri Bacillus cereus—pada bahan baku minyak asam arakidonat (ARA). Bahan ini dipasok oleh perusahaan Tiongkok, Cabio Biotech, ke pabrikan besar seperti Nestlé, Danone, hingga Lactalis.
Di Inggris, otoritas kesehatan tengah memantau ketat 36 bayi yang menunjukkan gejala keracunan setelah mengonsumsi produk seperti SMA, BEBA, dan NAN. Produk-produk ini kini telah ditarik masif dari pasar Eropa, Asia, hingga Amerika.
Ancaman Penjara dan Kejatuhan Saham
Bukan hanya kerugian materi, harga diri perusahaan kini dipertaruhkan di meja hijau. Jaksa Paris telah membuka penyelidikan kriminal terhadap lima produsen atas dugaan “penipuan barang yang membahayakan kesehatan manusia.” Jika terbukti bersalah, hukuman 7 tahun penjara dan denda €3,75 juta (sekitar Rp63,4 miliar) menanti para petinggi perusahaan tersebut.
| Perusahaan | Risiko Utama | Dampak Saham |
| Nestlé | Penurunan pertumbuhan organik 20 bps | Pulih sebagian dari anjlok Januari |
| Danone | Kehilangan 17% laba dari pasar China | Turun lebih dari 5% tahun ini |
Nasib Danone di Pasar China
Danone menghadapi risiko reputasi yang jauh lebih ngeri. Berbeda dengan Nestlé yang hanya bergantung 2% pada susu formula, Danone meraup 17% dari total keuntungannya di China lewat produk bayi. Mengingat trauma sejarah skandal susu di China, orang tua di sana kini sangat sensitif terhadap isu kontaminasi, yang bisa membuat pangsa pasar Danone runtuh dalam sekejap.
Kini, kedua perusahaan sedang beradu cepat mengganti pemasok bahan baku dan meningkatkan standar keamanan pangan demi satu tujuan: memenangkan kembali kepercayaan para orang tua yang telah hancur.