Peta persaingan gadget di Indonesia resmi berubah. Raksasa teknologi asal Tiongkok, Xiaomi, berhasil menobatkan diri sebagai jawara pasar smartphone Indonesia sepanjang tahun 2025. Berdasarkan laporan riset global Omdia yang dirilis Februari 2026, Xiaomi sukses mengamankan takhta dengan pangsa pasar mencapai 19 persen.
Keberhasilan Xiaomi memuncaki klasemen bukanlah perkara mudah. Xiaomi harus beradu sikut dengan Transsion (induk Infinix, Tecno, Itel) yang membuntuti ketat di posisi kedua dengan pangsa 18 persen. Sementara itu, sang mantan penguasa, Samsung, harus puas di posisi ketiga dengan 17 persen, disusul oleh Oppo (16%) dan Vivo (15%).
| Brand | Pangsa Pasar 2025 (Indonesia) |
| Xiaomi | 19% |
| Transsion | 18% |
| Samsung | 17% |
| Oppo | 16% |
| Vivo | 15% |
Lini POCO: Sang “Game Changer”
Country Director Xiaomi Indonesia, Wentao Zhao, mengungkapkan bahwa kunci dominasi mereka bukan hanya pada kuantitas, melainkan strategi tajam di segmen performa tinggi. Lini POCO muncul sebagai pahlawan utama yang memperkuat posisi Xiaomi, terutama di kalangan mobile gamers.
“POCO berhasil menjadi pilihan utama bagi penggemar performa ekstrem. Pertumbuhannya bahkan naik lebih dari dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya,” jelas Wentao (18/2/2026). Dengan jargon “The True Flagship”, POCO sukses menarik minat konsumen yang menginginkan spesifikasi dewa dengan harga yang tetap masuk akal.
Sempat Terpuruk, Kembali Bangkit
Perjalanan Xiaomi di tahun 2025 bak roller coaster. Meski sempat memimpin di awal tahun, posisi Xiaomi sempat digeser oleh Samsung pada kuartal ketiga. Namun, berkat konsistensi di segmen entry-level dan mid-range, Xiaomi berhasil melakukan comeback dan menutup tahun sebagai pemenang di pasar domestik.
Secara regional di Asia Tenggara, Xiaomi juga tampil impresif di posisi kedua dengan total pengiriman mencapai 17 juta unit.
Tak mau sekadar jualan ponsel, Xiaomi menatap tahun 2026 dengan visi masa depan “Human x Car x Home”. Xiaomi berambisi menjadikan smartphone mereka sebagai pusat komando yang menghubungkan kehidupan pribadi, kendaraan pintar, hingga perangkat rumah tangga dalam satu ekosistem digital yang tak terputus.