JAKARTA – Iran memperingatkan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), bahwa pihaknya akan merespons secara tegas dan proporsional jika Amerika Serikat melancarkan agresi militer, serta menegaskan Washington akan memikul tanggung jawab penuh atas segala konskuensi yang timbul.
Pernyataan itu tertuang dalam surat Misi Tetap Iran untuk PBB yang dilansir Anadolu, Jumat (20/2). Surat tersebut ditujukan kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Presidensi Dewan Keamanan PBB.
Dalam suratnya, Iran menegaskan tidak mencari ketegangan maupun perang dan tidak akan memulai konflik. Namun, jika menjadi sasaran agresi militer, Teheran akan menggunakan hak membela diri sebagaimana diatur dalam Pasal 51 Piagam PBB dengan memberikan respons yang tegas dan sepadan.
Misi Iran juga menekankan bahwa seluruh pangkalan, fasilitas, dan aset militer pihak yang dianggap bermusuhan di kawasan akan menjadi target sah dalam konteks respons pertahanan. Disebutkan pula bahwa Amerika Serikat akan menanggung tanggung jawab penuh atas konsekuensi yang tidak terduga maupun tidak terkendali.
Surat tersebut merujuk pada unggahan media sosial Presiden AS Donald Trump tertanggal 18 Februari yang disebut sebagai ancaman terbuka penggunaan kekuatan terhadap Iran, termasuk kemungkinan pemanfaatan fasilitas militer di Diego Garcia dan pangkalan RAF Fairford di Inggris.
Iran Desak PBB
Iran mendesak Dewan Keamanan dan Sekretaris Jenderal PBB untuk segera bertindak sebelum situasi memburuk. Teheran menilai ancaman Amerika Serikat menimbulkan risiko nyata terjadinya agresi militer yang dapat berdampak katastrofik bagi kawasan serta mengancam perdamaian dan keamanan internasional.
Meski demikian, Iran kembali menegaskan komitmennya terhadap diplomasi dan solusi damai sesuai tujuan dan prinsip Piagam PBB. Misi Iran menyatakan pihaknya telah terlibat secara konstruktif, serius, dan dengan itikad baik dalam perundingan nuklir dengan pemerintah Amerika Serikat.