JAKARTA – Lewis Hamilton mencuri perhatian saat uji coba musim dingin Formula 1 di Sirkuit Internasional Bahrain. Pembalap Ferrari itu tampil sensasional daalm sesi start, mengungguli seluruh rivalnya.
Start menjadi isu penting di F1, terlebih setelah penghapusan MGU-H pada 2026. Tanpa perangkat penyimpan energi turbocharger, pembalap kini harus memutar mesin V6 selama sekitar sepuluh detik agar turbo mencapai kecepatan ideal. Pengaturan waktu yang tepat menjadi kunci.
Dalam simulasi FIA, para pembalap menjalani prosedur start berulang, termasuk lap formasi ganda dan sinyal lampu start. Hasilnya beragam: sebagian pembalap gagal mencapai kecepatan penuh, sementara lainnya mengalami selip ban.
Namun Ferrari tampil berbeda. Pada sesi sore, Hamilton yang start dari baris ketiga berhasil merebut posisi terdepan di tikungan pertama dari Kimi Antonelli (Mercedes). Keunggulan Ferrari juga terlihat pada Esteban Ocon (Haas), yang menggunakan mesin Ferrari dan mencatat start impresif.
Rumor di paddock menyebut rahasia Ferrari terletak pada turbocharger berukuran lebih kecil. Komponen ini lebih cepat mencapai beban penuh, mengurangi turbo lag yang sering menjadi masalah.
Charles Leclerc menegaskan pentingnya momen start: “Start adalah momen yang sangat penting dalam balapan, dan itu tentu saja sesuatu yang kami pertimbangkan dengan regulasi baru ini agar kami dapat mempersiapkan diri sebaik mungkin. Seringkali lebih mudah untuk dengan cepat naik beberapa posisi di awal daripada di akhir balapan. Kami berada di posisi yang sedikit lebih baik dalam hal ini, dan saya senang dengan hal itu.”
Jika performa ini berlanjut hingga balapan pembuka di Australia, Ferrari berpotensi mendominasi sejak awal musim, dengan pertanyaan besar: siapa yang akan memimpin, Leclerc atau Hamilton?