Harapan tinggi Aston Martin Aramco untuk memulai era regulasi F1 2026 dengan gemilang justru berubah menjadi mimpi buruk di Sirkuit Internasional Bahrain. Sesi tes pra-musim berakhir dengan kepulan asap kegagalan setelah tim terpaksa mengemasi barang lebih awal pada Jumat (20/2/2026), meninggalkan tanda tanya besar mengenai keandalan unit tenaga Honda mereka.
Hari terakhir tes seharusnya menjadi ajang pembuktian bagi AMR26—mobil pertama yang dirancang di bawah arahan jenius Adrian Newey. Namun, Lance Stroll hanya mampu menyelesaikan enam putaran sebelum masalah teknis memaksa tim menghentikan operasional lebih awal.
Honda mengonfirmasi bahwa kegagalan baterai yang fatal menjadi penyebab utamanya. Tak hanya itu, krisis makin diperparah dengan kekurangan suku cadang unit tenaga yang membuat program pengujian berantakan.
Statistik yang Mengkhawatirkan
Angka tidak berbohong, dan bagi Aston Martin, angka-angka tersebut sangatlah pahit:
-
Jarak Tempuh: Hanya menyelesaikan total 128 putaran selama tiga hari tes kedua—paling sedikit di antara semua pabrikan.
-
Defisit Kecepatan: Catatan waktu terbaik mereka (1:35.974) tertinggal 1,4 detik dari tim-tim lain, kecuali tim pendatang baru Cadillac.
-
Perbandingan: Sebagai kontras, Charles Leclerc (Ferrari) memuncaki papan waktu dengan 1:31.992, menunjukkan jurang performa yang sangat dalam.
Optimisme di Tengah Badai
Duta tim, Pedro de la Rosa, mengakui posisi tim yang sulit namun mencoba tetap tenang. “Jelas kami tidak berada di posisi yang kami inginkan. Kami adalah tim dengan jumlah putaran paling sedikit, tapi kami memiliki data melimpah untuk dikaji guna mempersiapkan diri untuk Australia,” ujarnya melalui F1 TV.
Senada dengan itu, Fernando Alonso yang sesinya juga terhenti akibat masalah baterai, menegaskan komitmen timnya. “Ada banyak hal yang perlu diperbaiki, tapi seluruh tim di Silverstone bekerja 100 persen untuk mencari solusi,” tegas sang juara dunia dua kali itu.
Dengan sisa waktu kurang dari dua minggu sebelum lampu start menyala di Grand Prix Australia pada 8 Maret, Aston Martin dan Honda kini terjebak dalam balapan paling krusial: balapan memperbaiki keandalan mesin.
Jika masalah baterai dan kekurangan suku cadang ini tidak segera tuntas, debut kolaborasi ambisius ini terancam berakhir dengan kegagalan memalukan di Albert Park.